Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Seraya Culture Fest #5 Digelar 5–7 November, Gebug Ende Jadi Andalan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Desa Seraya, Kabupaten Karangasem, kembali menggelar Seraya Culture Fest (SCF) #5 pada 5–7 November 2026. Festival tahunan ini menjadi ruang pelestarian warisan leluhur sekaligus promosi potensi alam dan budaya serta penggerak ekonomi masyarakat.
Mengusung tema “Harmony of Art, Tradition, Nature & Culture”, festival dipusatkan di Lapangan Ki Kopang dan Pantai Bias Lantang, Desa Seraya. Berbagai agenda seni, budaya, olahraga, hingga kegiatan sosial disiapkan untuk menyemarakkan festival selama tiga hari.
Ketua Panitia Seraya Culture Fest 5, I Wayan R. Supertama, mengatakan tradisi Gebug Ende Seraya tetap menjadi daya tarik utama dalam penyelenggaraan tahun ini.
Tradisi khas masyarakat Desa Adat Seraya tersebut merupakan warisan turun-temurun yang dipercaya sebagai ritual memohon turunnya hujan saat musim kemarau panjang. Festival diharapkan menjadi salah satu cara menjaga tradisi agar tetap hidup dan dikenal generasi muda.
“Gebug Ende Seraya tetap menjadi kegiatan utama yang kami pertahankan. Tradisi ini merupakan warisan leluhur masyarakat Seraya yang harus terus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).
Gebug Ende Seraya dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai pukul 16.00 hingga 18.00 Wita. Konsistensi menghadirkan tradisi ini menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya masyarakat Seraya di tengah perkembangan zaman.
Sajikan Seni, Olahraga, dan Potensi Alam
Selain Gebug Ende, SCF #5 juga menghadirkan yoga bersama Komunitas Yoga Karangasem, Fun Fishing di kawasan Pantai Bias Lantang, serta Lomba Tari Bali.
Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk memperkenalkan potensi alam dan budaya Seraya melalui aktivitas yang dekat dengan masyarakat maupun pengunjung.
Festival Dilengkapi Kegiatan Sosial
SCF #5 turut menghadirkan kegiatan sosial berupa donor darah dan penyerahan bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Supertama menjelaskan, tema festival tahun ini membawa pesan pentingnya menjaga keselarasan antara seni, tradisi, alam, dan budaya. Keempat unsur tersebut dinilai saling berkaitan dalam membentuk karakter serta kehidupan masyarakat.
Melalui festival ini, masyarakat diharapkan dapat terus mengembangkan kreativitas tanpa meninggalkan akar tradisi dan kepedulian terhadap lingkungan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 584 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 457 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan