Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Desa Tegallalang Mengarak Ogoh-ogoh Sehari Sebelum Pengerupukan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Dalam rangka pelaksanaan pengamanan pengarakan ogoh-ogoh, forum komunikasi pimpinan kecamatan (forkopimcam) Tegallalang menggelar rapat koordinasi, Rabu (15/3).
Di Kecamatan Tegallalang ada yang berbeda. Sebab ada desa yang menggelar pengarakan ogoh-ogoh maju sebelum Pangerupukan. Hal itu terungkap dalam rapat yang dibuka oleh Sekcam Tegallalang Dewa Gede Surya Dana.
Dia menyampaikan agenda rapat yaitu dalam rangka membahas pelaksanaan hari raya nyepi 1945 caka dan pengamanan malam pengerupukan di wilayah kecamatan Tegallalang.
“Pengarakan ogoh ogoh dilaksanakan dua kali. Khusus Desa Adat Tegallalang dilaksanakan pawai ogoh-ogoh sehari sebelum pengerupukan yaitu pada tanggal 20 Maret 2023,” jelasnya.
Pelaksanaan maju sehari itu, sudah menjadi tradisi masyarakat sejak lama. Sebab, tepat di hari Pangerupukan, desa adat Tegallalang menggelar piodalan di salah satu pura setempat.
Selain itu, Desa Adat Tegallalang bersama Sabha Yowana telah membuat pararem. “Yang melarang minum-minuman keras saat pengarakan ogoh, tidak boleh membuat keributan selama pengarakan serta tinggi ogoh ogoh di batasi maksimal tingginya 6 meter,” ucapnya.
Sementara itu, Danramil Tegallalang, Kapten (Chb), I Wayan Suargita, menekankan kembali terkait apa yang telah di sampaikan oleh bapak Sekcam.
“Diharapkan Nyepi dapat dilaksanakan sesuai dengan maknanya, yaitu melaksanakan catur Brata Penyepian, untuk Pers Koramil Tegallalang siap mengamankan pelaksanaan Pengerupukan bersama Polsek Tegallalang dan Instansi terkait,” tegasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 585 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 459 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan