Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Kasus Korupsi SPI Unud, GPS Pertanyakan Cara Penghitungan Kerugian Negara
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gede Pasek Suardika (GPS) selaku alumni S2 Fakultas Hukum Universitas Udayana (unud) menyoroti kasus dugaan korupsi dana Sumbangan Pengembangan Institusi atau SPI yang menjerat Rektor Unud Prof. I Nyoman Gde Antara ditetapkan sebagai tersangka beserta tiga pejabat Unud lainnya.
Ia menyinggung soal jumlah kerugian yang dihitung oleh pihak Kejaksaan yang dinilai tidak masuk akal.
"Jika kasusnya gratifikasi mungkin lebih masuk akal tapi jumlahnya kan nggak sampai ratusan miliar. Itu kasus korupsi lalu angkanya beda beda, lalu bagaimana menghitung kerugian negaranya?" ungkapnya, Senin (20/3/2023).
Ia menyebut ada kesan glorifikasi negatif untuk Unud di tengah proses rekrutmen mahasiswa baru saat ini.
Pasek Suardika juga berpendapat, potensi yang mungkin terjadi menurutnya paling tidak gratifikasi bukan korupsi sampai ratusan miliar.
“Jika gratifikasi memang dilakukan maka dipertanggungjawabkan secara individu, seperti halnya kasus di Unila,” ungkapnya.
Pasek Suardika menilai langkah Unud melakukan praperadilan adalah langkah tepat dan banyak alumni Unud yang pasti bersedia membantu memulihkan nama baik Unud. Pembayaran SPI pasti masuk rekening resmi kampus bukan perseorangan, dan jalur mandiri muncul sebagai konsekuensi konsep perguruan tinggi menjadi BLU oleh negara.
“Jika ada muatan lain di balik kasus ini sebaiknya diteliti dan dikaji dan dilawan bersama,” harapnya.
Bagi Pasek Suardika, banyak jaringan Unud yang bisa bekerja untuk membuktikan jika dugaan hidden agenda dibalik kasus yang sengaja dipublikasi dengan kerugian dahsyat saat Presiden Jokowi di Bali.
“Tidak ada perencanaan tanpa agenda dan momentum bisa datang tetapi bisa juga diciptakan,” sentilnya.
Pasek Suardika yang dikenal mantan Ketua Komisi III DPR RI ini mendorong agar segenap civitas akademika berjuang menjaga harkat martabat Unud sebagai kampus kebanggaan di Bali. Pasek Suardika mengakui keadilan tidak mudah dihadirkan tetapi harus tetap diperjuangkan.
“Jangan lelah berjuang mencari keadilan, tidak selamanya juga aparat penegak hukum selalu benar walau memiliki banyak kewenangan,” pungkas Pasek Suardika.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3830 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1775 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang