Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 18 Agustus 2026
BMKG Ungkap Penyebab Peningkatan Suhu Udara di Bali Capai 35 Derajat Celcius
BERITABALI.COM, BADUNG.
Stasiun Geofisika Sanglah Denpasar mencatat dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan suhu udara di Bali, dimana tercatat suhu udara maksimum mencapai 35 derajat celcius.
Prakirawan Cuaca Bali Besar MKG Wilayah III Denpasar, Putu Agus Dedy Permana mengatakan, penyebab meningkatnya suhu udara adalah posisi matahari yang semakin bergerak ke arah utara mengakibatkan perubahan pola angin akibat Indonesia bagian tengah lebih menerima radiasi matahari cukup tinggi sehingga angin monsun Australia yang membawa massa udara kering menjadi lebih kuat intensitasnya.
Selain itu, lanjutnya, minimnya tutupan awan dan juga berkurangnya kelembaban udara terutama pada pagi hingga siang hari meningkatkan penyinaran matahari. Namun, meski demikian, ia menyebut siklus ini masih normal.
Untuk cuaca panas ini, kata dia, kemungkinan masih berpotensi terjadi dalam beberapa minggu ke depan mengingat wilayah Bali akan memasuki musim peralihan.
"Kondisi cuaca cukup dinamis sehingga akan ada saat dimana terdapat penurunan suhu udara kemudian bisa terjadi peningkatan suhu udara lagi. Hal ini sangat bergantung bagaimana pola hujan dan tutupan awan di suatu wilayah," paparnya, Jumat (24/3/2023) di Badung.
Ia mengimbau agar masyarakat perlu memperhatikan pula bahwa di saat musim peralihan masih ada potensi cuaca buruk seperti hujan lebat, kilat atau petir serta angin kencang.
"Untuk itu masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kondisi tubuh, terutama pada siang hari di luar ruangan, juga untuk menjaga kondisi tubuh supaya tetap fit untuk menghadapi kondisi cuaca di musim peralihan yang kadang panas kemudian dapat terjadi hujan juga," bebernya.
Disamping itu juga masih ada potensi-potensi cuaca buruk sehingga dapat menimbulkan dampak bencana seperti cuaca ekstrem seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan kilat atau petir.
"Kami mengimbau juga agar selalu memperhatikan Informasi BMKG khususnya peringatan dini cuaca atau iklim ekstrem," harapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4572 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2376 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2030 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1637 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1077 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun