Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Sulinggih Bantu Nenek Desak Kasih yang Tinggal di Dapur Pura
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Nenek Desak Kasih (80) yang tinggal di perentenan (dapur) merajan Dewa Taman Bali, Desa Adat Bandung, Desa Dinas Siangan, Kecamatan Gianyar mendapat perhatian. Salah satunya dari Sulinggih dari Griya Agung Lanang Dawan, Padangsambian, Denpasar, Ida Resi Agung Dharma Putra.
“Tujuan hidup, dalam Weda telah tertulis, Wasudeva Kutumbatam, kita selalu bersaudara sesama umat manusia,” ujar Ida Resi, Senin (3/4).
Dalam Hindu, dikenal insan manusia ada hubungannya kepada Tuhan, lingkungan dan manusia. “Selain bakti kepada Tuhan, kita juga harus bakti ke sesama umat dan terhadap lingkungan,” jelasnya.
Dia mengajak, jangan bicara saja Tri Hita Karana tapi malah merusak alam. “Apalagi sampai menyebabkan banjir dan lainnya. Nah, inilah yang ingin disampaikan ke umat se-dharma,” ungkapnya.
Dia berharap, dengan konsep Hindu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan juga ada Punia.
“Harapan Ida Resi kepada umat, bahwa harta yang diberikan oleh leluhur dan Ida Sang Hyang Widhi adalah titipan yang harus kita bagikan kepada umat yang membutuhkan,” jelasnya.
Dengan berbagi, kata Ida Resi, ke depan akan membawa kemuliaan untuk kita semua. “Ada juga yang bakti ke Ida Sang Hyang Widhi dan leluhur. Siapapun yang tidak bakti ke leluhur menemui yang tidak baik,” jelasnya.
Dia berharap semua yang diberikan rejeki lebih, untuk terus berbagi. “Alangkah baiknya berbagi dimanapun berada,” ungkapnya.
Dikatakan lebih lanjut, dana Punia tidak hanya pada pembangunan pura. “Mari sisihkan penghasilan untuk ujar sesama,” ujar dia.
Mengenai aksi sosial dari Ida Resi, sudah beberapa kali dilakukan. “Kami membantu sampai ke Jawa. Bantu bangun pura, dan tiap bulan kami menghaturkan Petirtan ke sana,” imbuhnya.
Harapan ke masyarakat, agar memahami arti kehidupan. “Kita hidup tidak sama. Ada yang rezekinya banyak, ada yang tidak dapat sekalipun kerja susah payah. Mari kita renungkan, yang kita punya anugerah leluhur kita. Barangkali ada pesan di dalamnya, maka berbagi sebagai hasil karma. Ini jadi kebaikan bagi semuanya. Mudah-mudahan, bagi yang perduli, mari bersama berbuat baik,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4665 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan