Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Bukan Rusia-Ukraina, Putin Respons Perang Mau Pecah di Asia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Presiden Vladimir Putin buka suara terhadap ancaman perang di Asia. Kremlin mengatakan mendukung apa yang dilakukan Cina di Selat Taiwan.
"Kami telah menyaksikan berbagai tindakan yang bersifat provokatif terhadap Republik Rakyat Cina," kata juru bicara Putin, Dmitry Peskov, dikutip dari AFP, Selasa (11/4/2023).
"Cina memiliki hak berdaulat untuk menanggapi tindakan provokatif ini, termasuk dengan manuver militer, sesuai dengan hukum internasional," tegasnya.
Komentar ini muncul terkait makin tegangnya situasi Cina dan Taiwan. Beijing, yang selama ini menganggap Taipe bagian dari provinsinya, murka karena kunjungan Presiden Tsai Ing Wen ke Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS).
Rabu pekan lalu, Tsai bertemu dengan Ketua DPR Kevin McCarthy, pascakunjungan ke Guatemala dan Belize. Setelahnya rombongan senat AS juga datang ke pulau itu.
Cina mengatakan hal tersebut pelanggaran serius. Pemerintah Xi Jinping berjanji akan mengambil tindakan tegas atas perilaku tersebut.
Sejak Sabtu, Cina pun menerjunkan militernya untuk latihan "blokade" dan tembak langsung. Kapal induk, kapal perang, jet tempur dan bomber H-6 juga diterjunkan.
Kementerian Taiwan mengatakan mendeteksi 12 kapal perang Cina dan 91 pesawat di sekitar pulau itu pada Senin. Di mana 54 pesawat melintasi zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) barat daya dan tenggara Taiwan.
Cina mengaku mengakhiri latihan kemarin. Namun dalam update terbaru Taiwan, militer melaporkan telah mendeteksi sembilan kapal perang Cina dan 26 pesawat di sekitar pulau.
"Cina mengorganisir pesawat militer pagi ini dan melintasi garis median dari utara, tengah, dan selatan," kata kementerian pertahanan, Selasa pagi.
Sebelumnya konflik di Selat Taiwan diyakini bisa menjadi Ukraina jilid II. Menteri Pertahanan (Menhan) Taiwan Chiu Kuo Cheng memprediksi invasi Beijing ke wilayah itu akan terjadi pada 2025 mendatang.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6037 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2363 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2252 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan