Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Desak Desa Adat Gelar Paruman, Banjar Adat Kubuanyar Ancam Pisahkan Diri
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kekosongan kursi Bendesa Adat Kubutambahan, setelah meninggalnya Jro Pasek Ketut Warkadea belum terisi atau digantikan, kondisi tersebut memicu keresahan warga adat.
Hal ini kemudian memicu sejumlah warga Banjar Adat Kubuanyar mendatangi Desa Adat Kubutambahan dan mendesak untuk dilakukan Paruman Adat untuk memilih Bendesa Adat Jumat 14 April 2023. Mereka memberikan peringatan, bila tidak dilakukan pemilihan Banjar Adat Kubuanyar akan memisahkan diri dari Desa Adat Kubutambahan.
Desakan terhadap Desa Adat Kubutambahan untuk melakukan paruman untuk memastikan agar tidak terjadi kevakuman kekuasaan dengan mendatangi kantor desa adat setempat. Warga Banjar Adat di bawah kendali Gede Budiasa alias Kerok dan diterima oleh Nyarikan Desa Kubutambahan Made Putu Kerta didampingi Tamiang Kolom Gede Arya Eka Mahardi, Petengen Desa Ketut Winasa.
Sebelum diterima, Gede Budiasa sempat melakukan orasi melalui mobil komando yang meminta agar segera dilakukan paruman untuk memilih Bendesa Adat Kubutambahan. Jika tidak, Budiasa alias Kerok mengancam Banjar Adat Kubuanyar akan memisahkan diri dari Desa Adat Kubutambahan.
Baca juga:
Sekda Badung Soal Bangunan Gapura di Tapal Batas Desa Adat Kuta-Pemogan: Pasti Kita Bongkar
“Kami hanya ingin segara dilakukan paruman agar segera memiliki penghulu desa atau bendesa dan apapun sebutannya secara definitif. Masalahnya sejak tahun 1999 sampai saat ini krama Banjar Adat Kubuanyar belum pernah menggelar paruman desa dan belum pernah memiliki klian adat definitif yang tercatat dalam register pemerintahan,” jelas Gede Budiasa.
Pasalnya, kondisi Desa Adat yang tidak memiliki bendesa definitif pemerintah tidak bisa intervensi selama masyarakat tetap tidak bersikap.
“Aspirasi kami agar segera diadakan paruman desa untuk menentukan klian bendesa defintif yang sah secara mawicara maupun secara balimawecara.Dan dari penyarikan sudah siap akan menggelar paruman,” katanya.
Sementara dari Penyarikan Desa Made Putu Kerta mengatakan, sangat menerima dengan baik kehadiran krama Banjar Adat Kubuanyar yang tengah membawa aspirasinya ke Desa Adat Kubutambahan.
“Kami terima aspirasinya dan akan dibicarakan bersama prajuru adat lainnya untuk segera digelar paruman,” ujarnya singkat.
Usai menyampaikan aspirasinya, warga Banjar Adat Kubuanyar langsung membubarkan diri, sementara sejumlah pernyataan yang disampaikan selanjutnya akan dibahas prajuru desa adat kubutambahan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bul
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1002 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 807 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 623 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 582 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik