Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 20 Oktober 2026
Desak Desa Adat Gelar Paruman, Banjar Adat Kubuanyar Ancam Pisahkan Diri
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kekosongan kursi Bendesa Adat Kubutambahan, setelah meninggalnya Jro Pasek Ketut Warkadea belum terisi atau digantikan, kondisi tersebut memicu keresahan warga adat.
Hal ini kemudian memicu sejumlah warga Banjar Adat Kubuanyar mendatangi Desa Adat Kubutambahan dan mendesak untuk dilakukan Paruman Adat untuk memilih Bendesa Adat Jumat 14 April 2023. Mereka memberikan peringatan, bila tidak dilakukan pemilihan Banjar Adat Kubuanyar akan memisahkan diri dari Desa Adat Kubutambahan.
Desakan terhadap Desa Adat Kubutambahan untuk melakukan paruman untuk memastikan agar tidak terjadi kevakuman kekuasaan dengan mendatangi kantor desa adat setempat. Warga Banjar Adat di bawah kendali Gede Budiasa alias Kerok dan diterima oleh Nyarikan Desa Kubutambahan Made Putu Kerta didampingi Tamiang Kolom Gede Arya Eka Mahardi, Petengen Desa Ketut Winasa.
Sebelum diterima, Gede Budiasa sempat melakukan orasi melalui mobil komando yang meminta agar segera dilakukan paruman untuk memilih Bendesa Adat Kubutambahan. Jika tidak, Budiasa alias Kerok mengancam Banjar Adat Kubuanyar akan memisahkan diri dari Desa Adat Kubutambahan.
Baca juga:
Sekda Badung Soal Bangunan Gapura di Tapal Batas Desa Adat Kuta-Pemogan: Pasti Kita Bongkar
“Kami hanya ingin segara dilakukan paruman agar segera memiliki penghulu desa atau bendesa dan apapun sebutannya secara definitif. Masalahnya sejak tahun 1999 sampai saat ini krama Banjar Adat Kubuanyar belum pernah menggelar paruman desa dan belum pernah memiliki klian adat definitif yang tercatat dalam register pemerintahan,” jelas Gede Budiasa.
Pasalnya, kondisi Desa Adat yang tidak memiliki bendesa definitif pemerintah tidak bisa intervensi selama masyarakat tetap tidak bersikap.
“Aspirasi kami agar segera diadakan paruman desa untuk menentukan klian bendesa defintif yang sah secara mawicara maupun secara balimawecara.Dan dari penyarikan sudah siap akan menggelar paruman,” katanya.
Sementara dari Penyarikan Desa Made Putu Kerta mengatakan, sangat menerima dengan baik kehadiran krama Banjar Adat Kubuanyar yang tengah membawa aspirasinya ke Desa Adat Kubutambahan.
“Kami terima aspirasinya dan akan dibicarakan bersama prajuru adat lainnya untuk segera digelar paruman,” ujarnya singkat.
Usai menyampaikan aspirasinya, warga Banjar Adat Kubuanyar langsung membubarkan diri, sementara sejumlah pernyataan yang disampaikan selanjutnya akan dibahas prajuru desa adat kubutambahan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bul
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4498 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2121 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2062 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1650 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1499 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan