Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Media Israel Sebut Indonesia Bukan Negara Modern
BERITABALI.COM, DUNIA.
Aksi penolakan Indonesia terhadap peserta dari Israel, mengakibatkan Indonesia gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 yang terselenggara tahun ini. Hal ini juga yang menyeret media Israel mengecap Indonesia sebagai negara yang tidak modern.
Salah satu media Israel yakni The Jerusalem Post mengatakan:
"Indonesia bukanlah bangsa yang modern dan berwawasan ke depan, melainkan sebagai negara terbelakang yang masih dibutakan oleh prasangka anti-Israel." yang di publish pada 3 April 2023, dikutip CNBC Indonesia Senin (24/4/2023).
Menurut The Jerusalem Post, ini bukan kali pertama Indonesia mengambil langkah melawan atlet Israel.
Pada 1958, Indonesia bersama dengan Turki dan Sudan keluar dari babak kualifikasi Piala Dunia untuk menghindari bermain melawan Israel.
Saat ini, Turki dan Sudan sama-sama memiliki hubungan dengan Israel, sementara posisi Indonesia terhadap negara Yahudi tetap membeku seperti 65 tahun lalu.
Antipati terhadap Israel begitu membutakan Indonesia sehingga negara mengambil langkah yang bertentangan dengan kepentingannya sendiri.
Padahal menjadi tuan rumah turnamen Piala U-20 punya potensi besar untuk meningkatkan sportifitas dan mental para pemain junior pesepak bola tanah air. Pun, untuk pundi-pundi negara berpotensi besar mendapatkan beberapa ratus juta dolar.
Potensi besar itu kini sirna, karena FIFA secara resmi telah membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada tahun ini.
Tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun ini, resmi diserahkan kepada Argentina. Direncanakan akan berlangsung mulai 20 Mei 2023 hingga 11 Juni 2023. Argentina yang kemudian berpotensi untuk mendapatkan banyak keuntungan dari terselenggaranya turnamen dunia ini.
Indonesia mirip dengan negara tetangga Malaysia. Malaysia kehilangan hak untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Squash Beregu Pria Dunia 2021 dan Kejuaraan Renang Paralimpiade Dunia 2019 karena penolakannya untuk mengizinkan partisipasi Israel.
Di sisi lain negara tetangga lainnya, Singapura, memiliki hubungan yang kuat dan saling menguntungkan dengan Israel dan bulan lalu mengumumkan akan membuka kedutaannya di Tel Aviv.
Sementara Jakarta, Indonesia harus dikecam habis-habisan karena perilakunya yang tidak sportif dan diskriminasi terhadap Israel, FIFA harus diacungi jempol karena mengambil sikap tegas dan tidak membiarkan hal ini berlangsung.
Undang-undang FIFA secara tegas melarang diskriminasi dalam bentuk apa pun terhadap negara mana pun. Pendirian organisasi yang teguh melawan diskriminasi anti-Israel ini menunjukkan bahwa mereka menganggap serius undang-undangnya sendiri.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6005 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4687 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2328 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan