Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Hasil Verivali Data Kemenko PMK, Kemiskinan Ektrem di Karangasem Turun 6.534 KK
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Karangasem telah melakukan Verifikasi dan validasi (veri-vali) terhadap data awal yang dikeluarkan oleh Kemenko PMK terkait jumlah Kemiskinan Ekstrem di Karangasem.
Kepala Bappelitbangda Karangasem, I Nyoman Sutirtayasa mengatakan, dari data awal yang dikeluarkan oleh Kemenko PMK, di Kabupaten Karangasem terdapat sebanyak 34.683 KK terbagi menjadi 3 Desil, yaitu Desil 1 sebanyak 7.130 KK. Desil 2 sebanyak 12.367 KK dan Desil 3 sebanyak 15.186 KK yang masuk ke dalam Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
Data tersebut kemudian wajib untuk diverivali kembali oleh Desa dan Kelurahan. Dari hasil verivali tingkat Desa ini ternyata terdapat perubahan data, dimana dari data awal yang dikeluarkan Kemenko PMK sebanyak 34.683 KK Kemiskinan Ekstrim menciut menjadi 28.149 KK atau berkurang sebanyak 6.534 KK.
"Data yang dikeluarkan oleh Kemenko PMK ini wajib kita verivali di tingkat Desa/Kelurahan. Setelah selesai, data ini di SK kan oleh Kepala Desa, kemudian kembali dicermati oleh Tim Kordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah," ujar Sutirtayasa saat ditemui baru-baru ini.
Dari data yang dihasilkan setelah proses verivali di tingkat Desa dan Kelurahan tersebut, kemudian data itu kembali dicermati oleh Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah yang kemudian dilakukan pengelompokan baru yaitu Desil 1 sebanyak 6.339 KK. Desil 2 sebanyak 10.136 KK dan Desil 3 sebanyak 11.680 KK.
Menurut Sutirtayasa, khusus untuk Kemiskinan Ekstrem yang masuk ke dalam klasifikasi Desil 1 memerlukan penanganan khusus. Karena mereka yang ada di Desil 1 terdiri dari Lansia hingga penyandang disabilitas, sehingga harus diberikan bantuan langsung baik itu berupa sembako mapun bantuan langsung tunai (BLT).
"Tanpa megesampingkan Desil 2 dan 3. Desil 1 ini memang memerlukan penanganan khusus, karena kita tidak mungkin memberikan mereka pekerjaan, kondisinya memang benar - benar ekstrim, sehingga perlu bantuan langsung seperti pemberian sembako, alat bantu atau bantuan tunai non pangan," terang Sutirtayasa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2182 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2009 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1923 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1785 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun