Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Dewan Soroti Tumpukan Sampah Alkes di RSUD Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Komisi IV DPRD Karangasem melaksanakan rapat kerja dengan menghadirkan pihak manajemen RSUD Karangasem terkait dengan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat pada Senin (22/5/2023).
Sejumlah hal menjadi sorotan dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Karangasem, I Komang Rena tersebut, baik dari sisi layanan kepada masyarakat, fasilitas, insentif, jasa pelayanan tenaga kesehatan atau nakes hingga sampah alat kesehatan atau alkes yang menumpuk selama bertahun - tahun di RSUD Karangasem.
Atas kondisi tersebut Komisi IV DPRD Karangasem meminta agar RSUD Karangasem segera menyelesaikan atau memusnahkan sampah alkes tersebut, agar tidak terkesan kumuh dan tidak menjadi sarang nyamuk demam berdarah.
"Waktu kita sidak temukan banyak sampah alkes numpuk di RSUD, kami dorong untuk segera diselesaikan, karena jika dibiarkan begitu saja tentu terkesan kumuh juga bisa menjadi sarang nyamuk. Selain itu kita juga mau pastikan terkait jaspel dan insentif kepada nakes," ujar salah satu anggota Komisi IV DPRD Karangasem, I Nyoman Mardana Wimbawa.
Terkait dengan jaspel dan insentif Covid-19, menurut Direktur RSUD Karangasem, dr. Gede Yuliasena mengatakan, Insentif covid -19 saat ini sedang proses pengajuan sementara jaspel setiap bulan diusahakan agar tetap bisa dibagikan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku.
Baca juga:
300 Bacaleg Jalani Tes Kesehatan di RSUD Karangasem
Sementara tentang aset alkes yang rusak dan tidak terpakai serta menumpuk tersebut, juga diakui oleh pihak RSUD Karangasem. Bahkan sampah Alkes tersebut sudah menumpuk sejak belasan tahun lalu. Namun karena merupakan aset sehingga untuk penghapusannya harus mengikuti aturan yang berlaku.
"Memang jumlahnya sangat banyak, kita sudah datakan, namun untuk penghapusan ada aturannya. Kita sudah mohonkan mengajukan nilainya ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Singaraja dan kita masih menunggu perhitungan aset tersebut apakah nantinya akan dilelang atau dimusnahkan," kata Yuliasena.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5529 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3481 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2325 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1154 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan