Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Jalan Desa Siangan-Suwat Gianyar Diperbaiki, Akses ke Air Terjun Dialihkan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Jalan yang menghubungkan Desa Suwat-Desa Siangan ditutup sementara karena Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sedang melakukan perbaikan jalan rusak.
Penutupan berlangsung mulai Senin (29/5) pukul 13.00. Akibat perbaikan jalan, jalur ke tempat wisata, air terjun Suwat yang lagi booming dialihkan.
Perbekel Desa Siangan, I Ketut Berata, menyatakan, mengenai penutupan ini sudah disosialisasikan kepada masyarakat.
“Sudah kami sosialisasikan sebelumnya, jangan sampai mendadak agar masyarakat tidak kaget,” ujarnya, Selasa (30/5).
Penutupan jalan berlangsung mulai pukul 13.00. “Kami harapkan cepat selesai, sehari,” ujarnya.
Sistem perbaikan, dibongkar langsung dipasang beton jadi. Dengan perbaikan itu, bagi masyarakat yang hendak ke Suwat, dialihkan dari Jalan Bitra ke Utara lewat Petak.
“Yang dari Petak, ke Babakan, Bitra seterusnya ke Gianyar,” ujarnya.
Dikatakannya, pihak Siangan sudah berkoordinasi dengan perbekel di wilayah Utara. “Kami mohon permakluman. Termasuk kepada Bendesa kami mohon maklum,” jelasnya.
Atas perhatian Dinas PUPR Gianyar, pihaknya mengapresiasi. “Karena sudah meneruskan laporan perbekel Siangan. Respon bupati Gianyar sangat luar biasa,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4532 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2343 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1996 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1605 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1048 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun