Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Rusia Makin 'Babak Belur' Diserang Ukraina, Militernya Kekurangan Tank
beritabali.com/cnnindonesia.com/Rusia Makin 'Babak Belur' Diserang Ukraina, Militernya Kekurangan Tank
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, mengakui militer negaranya kini mengalami kekurangan tank karena terus-menerus diserang Ukraina dari berbagai sudut.
Baca juga:
Pesan Bos ChatGPT Untuk Warga Indonesia
Dalam kunjungan ke pabrik militer di Siberia barat, Shoigu mengatakan produksi kendaraan lapis baja perlu ditingkatkan, karena Kyiv mengalami kerugian besar di medan perang.
Menurutnya, peningkatan pembuatan tank diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasukan Rusia yang melakukan operasi militer khusus.
Sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengakui militer kekurangan amunisi presisi tinggi, peralatan komunikasi, pesawat terbang, drone dan lainnya.
Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Hanna Maliar, menyebut pasukan Ukraina membuat serangan khususnya di wilayah Zaporizhzhia.
"Praktis di semua sektor di mana unit kami menyerang di selatan, mereka [Ukraina] mencatat keberhasilan. Mereka secara bertahap bergerak maju. Saat ini, kemajuannya mencapai 2 kilometer di setiap arah," kata Maliar.
Maliar menyebut pusat pertempuran terberat beralih ke jalan menuju Mariopol, di mana serangan Ukraina prlahan memukul mundur pasukan Rusia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5544 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3485 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2334 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1172 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan