Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Megawati Ingatkan Media Tak Bully Dirinya Jelang Pemilu 2024
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengingatkan media tak merundung atau mem-bully dirinya jelang Pemilu 2024.
Dalam seminar internasional Hari Hidrografi Dunia tahun 2023, Megawati awalnya bercerita soal langkahnya menimbun Pulau Nipah saat menjadi presiden ke-5 RI.
Ia mengaku saat itu menerima banyak perundungan. Padahal, menurutnya, langkah melakukan reklamasi diambil agar pulau tersebut tidak tenggelam.
"Saya sangat khawatir kalau saja Nipah ini tenggelam, batas Singapura itu maju. Jadi, nah begitu saja, sudah saya nih sudah terbiasa di-bully, di-hoax," kata Megawati, Rabu (21/6).
"Karena apa? orang itu untuk negara kok, saya dibilangnya begini, 'Presiden ke-5 itu nggak tahu padahal kan waktu itu masih krisis'. Ini supaya kalian tahu ngapain pulau aja ditimbun-timbun, masa saya tiap hari harus menerangkan," ujarnya melanjutkan.
Megawati mengaku telah sering menyampaikan ke media bahwa dirinya tidak masalah di-bully. Ia juga tak masalah apabila media menulis yang tak benar soal dirinya.
"Jadi, saya sering bilang sama media, kalau kamu mau nulis saya, hoaks saya, boleh, tapi kalau nanti mau pemilu enggak boleh, saya bilang, karena sudah kelewatan. Karena demokrasi kita ini demokrasi Indonesia, bukan demokrasi liberal," katanya.
Megawati kerap merasa di-bully oleh media setelah mengeluarkan pernyataan yang dinilai kontroversi oleh masyarakat. Seperti saat Megawati meminta ibu-ibu memasak tanpa minyak goreng.
Anak Presiden pertama Sukarno itu juga pernah mengeluarkan unek-uneknya kepada wartawan dan media di penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II partainya di Sekolah PDIP, Lenteng Agung, Juni tahun lalu.
Dari sekitar satu jam menyampaikan pidato di hadapan kader dan awak media, sekitar 25 menit di antaranya dihabiskan Megawati untuk mengkritik kerja media.
"Saya akibat media, ini terpaksa saya bicara media. Jadi gap-nya selalu ada gap. Karana tidak disampaikan dengan fair bahwa yang saya omongkan itu bagi kepentingan bangsa dan negara, loh," kata Megawati.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 475 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 382 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 314 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan