Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 16 Juni 2026
Ledakan Terjang Restoran Barbeku di Cina, 31 Orang Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Setidaknya 31 orang tewas akibat ledakan dahsyat meluluhlantakkan sebuah restoran barbeku di Kota Yinchuan, barat laut Cina, pada Rabu (21/6) malam.
Laporan media pemerintah Cina, Xinhua, memaparkan ledakan terjadi akibat kebocoran bahan bakar gas cair.
"Kebocoran bahan bakar gas cair menyebabkan ledakan selama resotran barbeku," bunyi laporan Xinhua seperti dikutip AFP pada Kamis (22/6).
Xinhua melaporkan selain puluhan korban tewas, ada tujuh orang yang terluka akibat insiden itu. Ketujuh korban luka itu dilaporkan dalam kondisi serius akibat luka bakar dan serpihan kaca yang pecah.
"Tujuh orang lainnya sedang menerima perawatan penyelamatan habis-habisan," kata Xinhua.
Xinhua melaporkan ledakan terjadi sekitar pukul 20.40 waktu lokal ketika jalanan sekitar restoran padat. Ledakan terjadi ketika warga di ibu kota Daerah Otonomi Ningxia Hui itu berkumpul merayakan malam liburan Festival Perahu Naga.
Yinchuan merupakan ibu kota Ningxia Hui yang merupakan daerah dengan mayoritas penduduk Muslim seperti di Xinjiang.
Kecelakaan industri jenis ini sering terjadi di Cina, dikaitkan dengan pengawasan pemerintah yang buruk, tindakan pemotongan biaya oleh pengusaha dan sedikitnya pelatihan keselamatan bagi karyawan.
Dikutip Reuters, insiden kemarin malam ini pun memicu Presiden Xi Jinping buka suara dan memerintahkan pejabat memperketat lagi standar keamanan dan pengawasan industri terkait.
Ledakan akibat kebocoran gas dan cairan mudah meledak bukan yang pertama kali terjadi di Cina. Pada 2015, ledakan di pelabuhan Tianjin menewaskan hingga 173 orang.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun