Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Ahli: Desain Kapal Wisata Titanic Jauh dari Layak dan Sangat Berbahaya
BERITABALI.COM, DUNIA.
Desain kapal Titan yang meledak pada Minggu (18/7/2023) dianggap tidak layak oleh para ahli kapal dan kelautan, sehingga menyebabkan tewasnya lima penumpang, termasuk CEO-nya sendiri, Stockton Rush.
Kapal itu memiliki kabin berbentuk silinder yang lebih luas dan terbuat dari serat karbon. Kabin itu berbeda dengan kabin berbentuk bola yang digunakan oleh kebanyakan kapal selam.
Bentuk bola merupakan "bentuk yang sempurna" karena tekanan air diberikan secara merata di semua area, kata Chris Roman, seorang profesor di Sekolah Pascasarjana Oseanografi Universitas Rhode Island.
Baca juga:
Kapal Wisata Angkut 2 Warga Prancis Kandas
Panjang 22 kaki (panjang 6,7 meter), berat 23.000 pon (10.432 kilogram) membuat volume internal Titan lebih besar yang berarti Titan mengalami lebih banyak tekanan eksternal.
Memperpanjang ruang kabin dalam kapal selam meningkatkan beban tekanan di bagian tengah yang meningkatkan beban kelelahan dan delaminasi, kata Jasper Graham-Jones, seorang profesor teknik mesin dan kelautan di University of Plymout, Inggris.
Selain itu, lambung Titan setebal 5 inci (12,7 cm) telah mengalami tekanan berulang selama sekitar dua lusin penyelaman sebelumnya, kata Graham-Jones. Setiap perjalanan akan membuat retakan kecil pada struktur.
“Ini mungkin kecil dan tidak terdeteksi, tetapi akan segera menjadi kritis dan menghasilkan keretakan yang cepat dan tidak terkendali,” katanya.
OceanGate juga diperingatkan bahwa kurangnya pengawasan pihak ketiga terhadap kapal selama pengembangan dapat menimbulkan masalah keselamatan yang sangat besar.
David Lochridge, direktur operasi kelautan OceanGate saat itu, mengatakan dalam gugatan tahun 2018 bahwa pengujian dan sertifikasi perusahaan tidak memadai dan menjadikan penumpang berpotensi bahaya.
Dia menganjurkan untuk pengujian tak rusak, seperti pemindaian ultrasonik, tetapi perusahaan menolak.
Pengujian ultrasonik dapat membantu menemukan area di dalam struktur tempat komposit terlepas, kata Neal Couture, Direktur Eksekutif organisasi profesional American Society for Nondestructive Testing.
"Begitu benda ini turun dan mengalami tekanan, itu akan memengaruhi bahan-bahan itu, itu akan mempengaruhi komposit itu," kata Couture Jumat.
The Marine Technology Society, sebuah organisasi insinyur kelautan, teknolog, pembuat kebijakan, dan pendidik, juga mengungkap keprihatinannya kepada OceanGate tentang ukuran Titan, bahan konstruksi, dan fakta bahwa prototipe tersebut tidak diperiksa oleh pihak ketiga.
Sumber : Bisnis.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3789 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1732 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang