Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 18 Juli 2026
Ledakan di Pertemuan Parpol Pakistan, 40 Orang Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Setidaknya 40 orang tewas akibat ledakan di pertemuan salah satu partai politik di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, pada Minggu (30/7).
Sejumlah pejabat lokal mengonfirmasi angka tersebut kepada Geo News. Mereka menyatakan ledakan itu terjadi di pertemuan partai Jamiat Ulema Islam-Fazl (JUI-F) di barat laut Khyber Pakhtunkhwa.
Bilal Faizi, juru bicara layanan tanggap darurat di provinsi tersebut, Rescue 1122, sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa setidaknya 17 orang tewas berdasarkan laporan awal.
Namun, 70 orang lainnya juga dilaporkan terluka dan jumlah korban tewas bisa bertambah.
Hingga saat ini, belum diketahui pihak yang bertanggung jawab atas ledakan ini.
Namun dalam setahun terakhir, Pakistan diguncang sejumlah serangan dari milisi Islam. Serangan kian gencar terutama setelah kesepakatan gencatan antara pasukan pemerintah dan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) gagal.
Baca juga:
G20 Gagal Capai Solusi 'Malapetaka Dunia'
TTP sendiri merupakan kelompok yang sudah bersumpah setiap kepada Taliban Afghanistan. Namun, tak diketahui TTP merupakan bagian langsung dari Taliban atau bukan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3722 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1399 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1340 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1263 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1100 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun