Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Respons Demokrat Usai Panda Nababan Ungkap Lima Pertanyaan Mega ke SBY
beritabali.com/cnnindonesia.com/Respons Demokrat Usai Panda Nababan Ungkap Lima Pertanyaan Mega ke SBY
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat angkat suara merespons cerita politikus senior PDIP Panda Nababan soal lima pertanyaan Megawati Soekarnoputri ke Susilo Bambang Yudhoyono yang hingga kini disebut belum dijawab.
Menurut Panda, lima pertanyaan itu harus diselesaikan sebelum berlanjut kepada wacana kerja sama antara PDIP dan Partai Demokrat di Pilpres 2024.
Menanggapi hal itu, Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Putra Mahendra mengaku telah menyerahkan relasi partainya dengan PDIP kepada Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menurut dia, AHY akan membicarakan hal itu dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani.
"Kalau relasi Demokrat-PDIP, kita tunggu Mas AHY dan Mbak Puan saja. Biarkan pengurus resmi dan masa depan kedua partai ini yang menjawab," kata dia saat dihubungi , Selasa (12/9).
Herzaky enggan mengungkit masa lalu kedua partai termasuk hubungan SBY dengan Megawati. Menurut Herzaky, wacana kerja sama antara Partai Demokrat dan PDIP bukan masalah satu dua orang, melainkan masalah kebangsaan.
"Jangan masa lalu yang kita bahas. Kami mau kerja sama, koalisi, dengan siapapun, karena memperjuangkan kepentingan rakyat, bangsa, dan negara. Bukan untuk kepentingan satu dua orang, apalagi merespons statement yang tidak relevan," kata dia.
Herzaky menambahkan bahwa baik SBY maupun Mega adalah tokoh bangsa. Keduanya tak pernah saling menyindir atau memberikan komentar negatif untuk saling menjatuhkan. Oleh karena itu, lanjut dia, setiap kader mesti memposisikan keduanya sebagai tokoh bangsa dan negarawan.
"Mari kita hormati dan posisikan beliau berdua pada tempatnya, sesama presiden, sesama negarawan, dan sesama tokoh bangsa," kata dia.
Panda sebelumnya menilai lima pertanyaan Mega yang pernah ia sampaikan ke SBY saat menjadi Presiden harus diselesaikan. Sebab, hal itu berkaitan dengan hubungan SBY saat masih menjadi Menteri Mega.
"Bereskan itu. Ada hal-hal yang berutang secara moral dan secara manusiawi wajar diberesin dulu itu," kata Panda Nababan dalam acara 'Political Show' CNNIndonesia TV, Senin (11/9) malam.
Megawati terlibat 'perang dingin' dengan SBY sejak 2003 lalu. Saat itu SBY menjabat Menko Polhukam di kabinet Megawati.
Megawati telah menutup komunikasi dengan mantan menterinya itu usai SBY diketahui melakukan gerakan politik selama menjadi Menko Polhukam dengan maju sebagai capres dan belakangan terpilih.
Ketum PDIP itu mencium gelagat SBY berhasrat maju di Pilpres 2004. SBY pun mengundurkan diri sebagai menteri pada Maret 2004. Ia kemudian mulai berkampanye lewat Partai Demokrat. Sejak saat itu, Megawati tak menjalin komunikasi dengan SBY.
Kini, Demokrat membuka peluang bergabung dengan barisan Ganjar ataupun Prabowo usai kerja sama dengan Anies Baswedan kandas. Namun, belum ada pertemuan resmi untuk mempermanenkan koalisi tersebut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2333 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1789 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun