Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 2 Mei 2026
LRT di Bali akan Dibangun di Bawah Tanah, Bappenas Ungkap Alasannya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) Ervan Maksum mengatakan untuk rencana pembangunan LRT di Bali akan dilakukan di bawah tanah atau underground.
Menurutnya moda transportasi kereta api pertama di Bali itu dilakukan di bawah tanah karena ada banyak aturan pembangunan di Pulau Bali yang mesti dihormati.
Di antaranya adalah bangunan yang tidak boleh tinggi dan juga tidak boleh menggusur pura. Maka dari itu, pembangunan LRT di bawah tanah nampaknya menjadi solusi yang tepat untuk diambil.
"Di Bali ada masalah besar, bangunan nggak boleh tinggi daripada pohon kelapa, nggak boleh ke atas. Kalau mau pelebaran jalan di sana banyak pura. Jadi bagaimana caranya? Harus ke bawah satu-satunya cara," ungkap Ervan Maksum dalam Diskusi Green Finance Pustral UGM, ditulis pada Minggu (24/9/2023).
Menurutnya, pembangunan moda perkeretaapian di Bali sangat penting. Hal ini dilakukan untuk mempersingkat waktu tempuh dari dan ke Bandara Ngurah Rai.
Selama ini jalan-jalan di Bali kapasitasnya sudah tak mencukupi lagi mengimbangi pertimbangan kendaraan. Akhirnya kemacetan sering terjadi di mana-mana. Padahal Pulau Bali sebetulnya wilayahnya tak terlalu besar.
Meski wilayahnya kecil namun kemacetan terjadi di mana-mana, khususnya di kawasan-kawasan ramai wisatawan. Ervan mengatakan kadang-kadang untuk menuju bandara masyarakat butuh waktu sampai 2 jam.
Maka dari itu, LRT yang memiliki jalur sendiri dan kapasitas besar sekali jalan dinilai sangat tepat untuk mengatasi masalah kemacetan di Pulau Dewata.
"Di Bali ini untuk sampai ke bandara kalau peak hour itu bisa 2-3 jam. Masalah waktu menjadi mahal, padahal Bali kecil kan, tapi masalah. Solusinya, salah satunya adalah menggunakan kereta untuk mempercepat mobilitas di kantong-kantong. Karena tourism kan di sana diklasterkan ada Jimbaran, Seminyak, Kuta, Nusa Dua dan Sanur," beber Ervan.
"Mereka masalahnya akses ke bandara. Padahal ada sekitar 58 ribu orang per hari yang masuk ke Bali naik pesawat," sebutnya menambahkan. (sumber: detik.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 241 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 205 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang