Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
LRT di Bali akan Dibangun di Bawah Tanah, Bappenas Ungkap Alasannya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) Ervan Maksum mengatakan untuk rencana pembangunan LRT di Bali akan dilakukan di bawah tanah atau underground.
Menurutnya moda transportasi kereta api pertama di Bali itu dilakukan di bawah tanah karena ada banyak aturan pembangunan di Pulau Bali yang mesti dihormati.
Di antaranya adalah bangunan yang tidak boleh tinggi dan juga tidak boleh menggusur pura. Maka dari itu, pembangunan LRT di bawah tanah nampaknya menjadi solusi yang tepat untuk diambil.
"Di Bali ada masalah besar, bangunan nggak boleh tinggi daripada pohon kelapa, nggak boleh ke atas. Kalau mau pelebaran jalan di sana banyak pura. Jadi bagaimana caranya? Harus ke bawah satu-satunya cara," ungkap Ervan Maksum dalam Diskusi Green Finance Pustral UGM, ditulis pada Minggu (24/9/2023).
Menurutnya, pembangunan moda perkeretaapian di Bali sangat penting. Hal ini dilakukan untuk mempersingkat waktu tempuh dari dan ke Bandara Ngurah Rai.
Selama ini jalan-jalan di Bali kapasitasnya sudah tak mencukupi lagi mengimbangi pertimbangan kendaraan. Akhirnya kemacetan sering terjadi di mana-mana. Padahal Pulau Bali sebetulnya wilayahnya tak terlalu besar.
Meski wilayahnya kecil namun kemacetan terjadi di mana-mana, khususnya di kawasan-kawasan ramai wisatawan. Ervan mengatakan kadang-kadang untuk menuju bandara masyarakat butuh waktu sampai 2 jam.
Maka dari itu, LRT yang memiliki jalur sendiri dan kapasitas besar sekali jalan dinilai sangat tepat untuk mengatasi masalah kemacetan di Pulau Dewata.
"Di Bali ini untuk sampai ke bandara kalau peak hour itu bisa 2-3 jam. Masalah waktu menjadi mahal, padahal Bali kecil kan, tapi masalah. Solusinya, salah satunya adalah menggunakan kereta untuk mempercepat mobilitas di kantong-kantong. Karena tourism kan di sana diklasterkan ada Jimbaran, Seminyak, Kuta, Nusa Dua dan Sanur," beber Ervan.
"Mereka masalahnya akses ke bandara. Padahal ada sekitar 58 ribu orang per hari yang masuk ke Bali naik pesawat," sebutnya menambahkan. (sumber: detik.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6001 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4682 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2660 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2323 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2238 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan