Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 8 Juli 2026
Afghanistan Diguncang Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,2
BERITABALI.COM, DUNIA.
Gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 6,2 melanda Afghanistan bagian barat pada Sabtu (7/10) pagi waktu setempat.
Seperti dilansir Straits Times, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa berada dekat dengan kota terbesar di kawasan tersebut.
USGS menyatakan pusat gempa Afghanistan hari ini berada pada 40 km barat laut Kota Herat, dan diikuti gempa susulan berkekuatan Magnitudo 5,5.
Seorang jurnalis AFP di Kota Herat mengatakan warga dan pemilik toko meninggalkan bangunan ketika gempa tersebut terjadi.
Menurut Pusat Penelitian Geosains Jerman, gempa bumi di Afghanistan pada hari ini terjadi pada kedalaman sepuluh kilometer.
Gempa bumi itu sendiri melanda Afghanistan sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Namun, belum ada laporan mengenai jumlah korban jiwa atau kerusakan struktural akibat gempa itu.
Pada bulan Juni 2022,lebih dari 1.000 orang tewasdan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal setelah gempa berkekuatan Magnitudo 5,9 mengguncang. Gempa paling mematikan di Afghanistan dalam hampir seperempat abad.
Gempa kala itu melanda provinsi miskin Paktika. Afghanistan cukup sering dilanda gempa bumi, terutama di pegunungan Hindu Kush, yang terletak di dekat persimpangan lempeng tektonik Eurasia dan India.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3623 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1191 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1126 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1039 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun