Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 21 Oktober 2026
PKK Desa Batuan Jadi Garda Terdepan Deteksi Dini TB
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Upaya menekan penyebaran Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Gianyar terus diperkuat melalui edukasi berbasis masyarakat. Jurusan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Poltekkes Kemenkes Denpasar menggandeng Tim Penggerak PKK Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, untuk meningkatkan kesadaran warga dalam mengenali gejala awal penyakit menular tersebut.
Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai gejala TB yang kerap menyebabkan keterlambatan penemuan kasus. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperluas penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Edukasi bertajuk Buku Saku SENI "Sehat Terkendali" Tuberkulosis dilaksanakan di kawasan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) dan Puspa Aman Winangun, Desa Batuan, Senin (6/7/2026).
Pemilihan lokasi tersebut menjadi simbol penting bahwa pengelolaan lingkungan yang bersih, pengolahan sampah yang baik, serta ketahanan pangan keluarga memiliki hubungan erat dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan pencegahan penyakit menular.
Ketua Tim Pengabdian Poltekkes Kemenkes Denpasar, Burhannuddin, menjelaskan lingkungan rumah yang lembap, minim ventilasi, serta rendahnya pengetahuan masyarakat menjadi faktor yang memperbesar risiko penyebaran bakteri Mycobacterium tuberculosis.
"Melalui Buku Saku SENI 'Sehat Terkendali', kami mengemas materi klinis menjadi informasi yang mudah dipahami. Kami ingin ibu-ibu PKK menjadi agen kesehatan lingkungan di rumah masing-masing. Targetnya adalah deteksi dini: masyarakat cepat kenal gejala, segera periksa, dan patuh obat sampai tuntas," kata Burhannuddin.
Buku saku tersebut disusun secara interaktif dengan tampilan visual yang mudah dipahami masyarakat. Materinya mencakup cara penularan TB melalui udara, pentingnya sirkulasi udara di dalam rumah, gejala penyakit, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga edukasi untuk menghilangkan stigma terhadap penyintas TB.
Untuk mengukur efektivitas kegiatan, peserta mengikuti sesi pre-test dan post-test. Selama kegiatan berlangsung, kader PKK juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait penanganan sanitasi lingkungan serta temuan kasus batuk berkepanjangan di lingkungan banjar.
Kepala Desa Batuan, Ari Anggara, mengapresiasi kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah desa dalam memperkuat literasi kesehatan masyarakat. Menurutnya, edukasi yang dilaksanakan di kawasan TPS3R memberikan pemahaman bahwa pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan keluarga.
"Kolaborasi ini memperkuat literasi kesehatan warga kami. Lingkungan yang bersih adalah benteng pertama, dan keluarga yang teredukasi adalah kunci utama untuk menyukseskan target eliminasi TB pada tahun 2030 mendatang," pungkas Ari.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4504 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2126 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2077 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1657 Kali
NCC 4 Jadi Ruang Kolaborasi dan Apresiasi Karya Generasi Muda
Dibaca: 1583 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan