Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 8 Juli 2026
40 Tewas Dalam Serangan Hamas, 161 Meninggal Buntut Serbuan Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Paling tidak 40 orang tewas di Israel dalam serangan Hamas, sementara ratusan warga meninggal dalam serbuan balik Israel.
Setidaknya 40 orang tewas di Israel dalam pertempuran dengan militan Palestina pada Sabtu, menurut lembaga medis darurat Magen David Adom dalam sebuah pernyataan.
"Sejak pagi hari, tim MDA memberikan perawatan medis kepada ratusan korban, dan menyatakan 40 orang tewas," kata lembaga semacam PMI itu, , dikutip dari AFP.
Kementerian Kesehatan Israel mengonfirmasi sedikitnya 779 orang terluka dan dibawa ke rumah sakit dalam serangan ini.
Senada, Reuters, berdasarkan pemberitaan media Israel N12 News, mengungkap paling tidak 40 warga Israel meninggal dan 740 lainnya terluka dalam serangan Hamas.
Sebelumnya, Hamas melancarkan operasi serbuan ke wilayah Israel lewat peluncuran ribuan roket dan serangan darat melintasi perbatasan.
Merespons hal itu, PM Israel Benjamin Netanyahu menyebut "Kita sedang berperang." Israel pun meluncurkan serangan balasan ke wilayah Hamas.
Buntut aksi balasan itu, Reuters menyebut puluhan orang Palestina meninggal dalam serangan udara Israel di Gaza.
Berdasarkan pemberitaan Al Arabiya, Kementerian Kesehatan Palestina mengungkap 161 orang terbunuh dan 931 terluka setelah serangan udara Israel di Jalur Gaza.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3623 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1191 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1127 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1039 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun