Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 8 Juli 2026
Korban Tewas Serangan Hamas di Israel Bertambah Jadi 300 Jiwa
BERITABALI.COM, DUNIA.
Jumlah korban tewas di Israel imbas serangan militan Palestina, Hamas, bertambah menjadi 300 jiwa.
Hal ini disampaikan oleh seorang pejabat Israel pada Minggu (8/10) pagi waktu setempat.
Sebelumnya pada Sabtu (7/10) sebanyak 40 korban dilaporkan tewas di Israel akibat serangan tersebut.
Mengutip CNN, media lokal setempat juga melaporkan lebih dari 1.500 orang lainnya mengalami luka-luka.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Hamas mengeluarkan serangan mendadak ke wilayah Israel pada Sabtu (7/10). Israel pun melakukan serangan balasan.
Di Palestina sendiri, sebanyak 232 korban dinyatakan tewas. Sementara sebanyak 1.697 lainnya mengalami luka-luka.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa negaranya tengah berperang dengan militer Hamas yang menguasai Jalur Gaza.
Netanyahu memerintahkan pemanggilan pasukan cadangan dan berjanji bahwa Hamas akan menerima akibat dari apa yang dilakukannya saat ini.
Sementara itu, Pemerintah Palestina merespons serangan tersebut dengan menyebutnya sebagai bentuk kekecewaan akibat ketidakadilan yang dialami warga.
"Berlanjutnya ketidakadilan dan penindasan yang menimpa rakyat Palestina menjadi asalan di balik situasi yang eksplosif ini," ujar Kementerian Luar Negeri Palestina.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3623 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1186 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1073 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1039 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun