Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 17 Mei 2026
Israel Deklarasi Perang, Pertama Sejak Perang Yom Kippur 1973
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Israel secara resmi telah mendeklarasikan perang terhadap kelompok militan Palestina, Hamas, usai digempur lewat serangan darat, udara, dan laut pada Sabtu (7/10) lalu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah akan melakukan pembalasan dan menyebut negaranya akan melakukan "balas dendam besar" dan bersiap untuk "perang yang panjang dan sulit".
Deklarasi perang ini memicu operasi militer besar-besaran di Gaza, di mana tank dan kendaraan pengangkut personel telah dikerahkan ke dekat perbatasan Israel-Gaza.
Hingga Minggu (8/10), setidaknya 700 orang di Israel tewas dan lebih dari 2.000 orang terluka akibat serangan Hamas. Sementara itu di Gaza, lebih dari 400 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel di wilayah padat penduduk tersebut.
Pernyataan perang Israel yang disepakati oleh kabinet hanya beberapa jam usai diserang Hamas pada Sabtu (7/10), adalah yang pertama kali dideklarasikan dalam 50 tahun sejak 1973, saat Perang Yom Kippur.
Perang Yom Kippur yang berlangsung pada 6 - 26 Oktober 1973, merupakan perang antara Israel dengan negara-negara Arab yang dipimpin oleh Suriah dan Mesir.
Dilansir Al Jazeera, Perang Yom Kippur atau yang juga dikenal Perang Arab-Israel tahun 1973, dimulai dari serangan dua arah atas Israel oleh Suriah dan Mesir.
Kala itu, Mesir menyerang dari arah selatan untuk merebut kembali Semenanjung Sinai. Sementara Suriah menyerbu dari arah utara untuk merebut kembali Dataran Tinggi Golan.
Apa Dampak Deklarasi Perang Israel?
Deklarasi perang Israel atas Hamas memberikan "lampu hijau" bagi militer Tel Aviv untuk melakukan langkah militer yang signifikan untuk membalas serangan Hamas.
Dalam 24 jam pasca serangan Hamas, tank dan pengangkut personel Israel telah dikerahkan ke perbatasan Israel-Gaza.
PM Netanyahu juga telah memperingatkan warga Palestina yang tinggal di Gaza untuk "pergi sekarang", setelah ia bersumpah melakukan "balas dendam yang besar" di daerah kantong padat penduduk tersebut.
Netanyahu mengklaim "tahap pertama" pembalasan Israel telah berakhir dengan penghancuran sebagian beasr pasukan musuh yang menembuh wilayah Israel.
"Ini akan diikuti dengan formasi ofensif," kata Netanyahu, dikutip CNN.
Pemerintah Israel juga memutuskan untuk menghentikan pasokan listrik, barang, dan bahan bakar ke Gaza.
Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defence Force/IDF), mengaku telah menyerang lebih dari 400 sasaran di daerah kantong Gaza, termasuk 10 menara yang disebut digunakan Hamas dan sejumlah pasukan teroris di daerah sekitar Jalur Gaza.
Juru bicara IDF, Hecht, mengklaim pasukan Israel telah menetralisir sebagian besar pertempuran signifikan di pemukiman Otef, namun operasi di wilayah lain masih terus berlangsung.
"Tujuan IDF dalam 12 jam ke depan adalah mengakhiri daerah kantong Gaza dan membunuh semua teroris di wilayah kami," ujar Hecht.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1482 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1115 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 961 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 853 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik