Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Antisipasi Kebakaran, Damkar Klungkung Siram Sampah TPA Sente
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Personel berikut armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Klungkung dikerahkan untuk melakukan penyiraman sampah di kawasan TPA Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung.
Penyiraman ini sengaja dilaksanakan bahkan gencar dilakukan sejak sebulan terakhir sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi kebakaran sampah di areal TPA di tengah musim kemarau. Terlebih belakangan kerap terjadi peristiwa kebakaran sampah seperti di TPA Suwung.
Kepala Seksi Penyelamatan dan Pemadaman Kebakaran, Damkar Klungkung, I Gede Erwan Supriantana kepada wartawan, Selasa (17/10/2023) mengatakan, penyiraman sampah di TPA Sente dilakukan maksimal dua kali dalam sehari. Penyiraman sudah dilaksanakan sejak satu bulan terakhir dan akan terus digencarkan selama musim kemarau ini.
"Rata-rata sehari habiskan 2 tangki dengan kapasitas 4.000 liter air untuk menyiram sampah di TPA Sente. Penyiraman dilakukan menyesuaikan kondisi di lapangan, kadang pagi, siang dan sore, namun belakangan ini lebih sering penyiraman siang dan sore hari untuk mencegah kebakaran akibat dari gas metan yang dihasilkan dari tumpukan sampah tersebut,” ujar Supriantana.
Ia menjelaskan, penyemprotan lebih difokuskan ke arah tumpukan sampah lama karena dianggap paling rentan menghasilkan gas metana. Mengingat gas metana ini yang kerap memicu kebakaran.
Sementara itu, pada tahun-tahun sebelumnya kebakaran sampah di TPA Sente juga pernah terjadi. Pemkab Klungkung bahkan sempat memasang instalasi pipa untuk mengeluarkan gas metan dari dalam tumpukan sebagai langkah meminimalisir pemicu terjadinya kebakaran.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun