Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Terperangkap 5 Hari, Lansia 90 Tahun Selamat dari Gempa di Jepang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Tim SAR Jepang berhasil menyelamatkan seorang wanita berusia 90 tahun yang terperangkap reruntuhan selama lima hari akibat gempa besar berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang Jepang.
Wanita tersebut menghabiskan lima hari di bawah reruntuhan rumah di kota Suzu sebelum akhirnya diselamatkan, Sabtu (6/1). Dia pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Dalam laporan NHK, rekaman polisi di lokasi menunjukkan tim penyelamat memanggil wanita itu. Mereka memintanya untuk bertahan.
"Kamu akan baik-baik saja! Tetap positif!" ujar tim seperti dilaporkan AFP, Minggu (7/1).
Di tengah situasi hujan, ia berhasil diselamatkan oleh petugas dari Tokyo dan Fukuoka.
Setidaknya sebanyak 126 orang tewas akibat gempa magnitudo 7,5 pada hari pertama 2024. Jumlah korban jiwa dipastikan terus bertambah sebab 222 orang dilaporkan hilang.
Guncangan gempa merobohkan bangunan, memicu kebakaran besar dan gelombang tsunami setinggi lebih dari satu meter.
Sebenarnya misi penyelamatan terus berlangsung. Namun cuaca buruk kian mengancam dan menghambat upaya ribuan polisi, tentara dan pekerja penyelamat.
Situasi ini juga memperburuk kondisi lebih dari 30 ribu orang di 366 tempat penampungan pemerintah. Bantuan lambat mencapai titik yang mengalami pemadaman listrik.
"Prioritas pertama adalah menyelamatkan orang-orang yang tertimbun reruntuhan, dan menjangkau masyarakat terpencil," kata Perdana Menteri Fumio Kishida.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan