Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 9 Mei 2026
Jokowi Balas Anies Soal Kenaikan Gaji TNI-Polri era SBY Lebih Baik
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara soal pernyataan capres, Anies Baswedan yang membandingkan kenaikan gaji ASN dan TNI-Polri di era pemerintahannya dengan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Diketahui, pernyataan itu disampaikan Anies dalam debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1) malam.
"Ya situasi fiskal kita, situasi ekonomi kan berbeda-beda, kita memutuskan kenaikan atau tidak menaikkan itu semua pasti dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang," kata Jokowi usai peresmian Tol Pamulang-Cinere Raya-Bogor, Senin (8/1).
"Kalau fiskal kita dalam posisi tertekan oleh eksternal misalnya kemarin oleh Covid, kemudian oleh perang dagang, kemudian oleh geopolitik yang tidak memungkinkan ya tidak mungkin kita lakukan," lanjutnya.
Jokowi pun menekankan semua keputusan maupun kebijakan yang diambil telah dipikirkan secara matang. Termasuk, soal kenaikan gaji ASN dan TNI/Polri.
"Semuanya dengan pertimbangan-pertimbangan dan kalkulasi kalkulasi yang matang," ucap dia.
Jokowi sendiri mengaku sudah meneken kenaikan gaji untuk ASN dan aparat TNI-Polri Januari 2024.
Dia menyatakan aturan terkait kenaikan gaji tersebut akan dipublikasikan dalam waktu dekat.
Jokowi berharap kenaikan gaji tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan dan berdampak pada perekonomian.
"Dan saya harapkan bisa meningkatkan daya kesejahteraan, daya beli, dan juga berimbas kepada perekonomian," ucap Jokowi.
Sebelumnya, dalam debat ketiga Pilpres, Anies menyebut kebijakan bagi TNI/Polri di era Jokowi lebih parah dibanding dengan era SBY.
"Tapi di sisi kebijakan, menurut saya lebih parah. Kenapa? Di era Pak SBY, kenaikan gaji terjadi sembilan kali. Selama era ini hanya naik gaji tiga kali, dan akan naik nanti tahun depan. Karena menjelang pemilu mungkin naik gajinya," ucap Anies.
Dari sisi kesejahteraan, Anies juga menilai bahwa pemerintah tidak memikirkannya secara serius. Ia pun membandingkan tunjangan kinerja (tukin) TNI/Polri dengan kementerian lainnya.
"Lihat Kementerian Keuangan, lihat Kementerian PUPR. Menteri-menterinya mengusahakan peningkatan tukin di mereka," ujarnya.
Masih dalam kesempatan itu, Anies juga mengomentari soal pembelian alutsista bekas yang dilakukan oleh Kementerian Pertahanan.
"Lalu kita lihat tadi alutsista yang bekas, yang itu risikonya adalah keselamatan TNI kita. Mereka bekerja keras menjaga setiap jengkal tanah republik ini. Tetapi mereka tidak didukung dengan policy. Karena itu menurut saya skornya justru di bawah lima, Mas Ganjar. Kalau lima itu ketinggian, Pak Ganjar," tutur Anies.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 880 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 745 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 565 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 532 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik