Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Keluarga Korban Pengeroyokan di Sempidi Sebut Almarhum Sosok Baik dan Royal
BERITABALI.COM, BULELENG.
Keluarga Adhi Putra Kerismawan, 23 Tahun, korban pengeroyokan di Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Badung meminta pelaku dihukum setimpal. Keluarga berharap hal yang dialami anaknya tidak terjadi pada orang lain.
Suasana duka masih menyelimut keluarga Made Suki Arsawan, Jalan Pulau Sumatra, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng. Suki Arsawan, tak menyangka anak keempatnya, Adhi Putra Kerismawan tewas dengan tragis dikeroyok oleh belasan orang di Mengwi, Kabupaten Badung. Jenazah Adhi pun telah dipulangkan oleh pihak keluarga Selasa (16/1/2024) malam dengan menggunakan mobil bak terbuka dari RSUP Prof Ngoerah Denpasar.
Suki mengaku, tidak tahu persis mengapa anaknya itu bisa dikeroyok oleh sejumlah pemuda. Yang dia ketahui anaknya itu beberapa hari lalu berangkat ke wilayah Nusa Dua untuk bekerja di restoran. Almarhum pun dikenal sebagai pribadi yang baik dan royal kepada keluarga. Pihak keluarga pun meminta kepada aparat berwenang agar para pelaku bisa mendapat hukuman yang setimpal.
Jenazah Adhi Putra Kerismawan rencananya akan dikubur pada Sabtu depan. Pihak keluarga akan melakukan pemakaman di Taman Makam Umat Kristiani di Kelurahan Liligundi, Buleleng.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4532 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2343 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1997 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1606 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1048 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun