Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Tertimpa Pohon Tumbang di Samplangan Gianyar, Suami Tewas, Istrinya Selamat
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Nasib nahas dialami oleh pasangan suami istri (pasutri) pada hari Minggu, 21 Januari 2024 sekira pukul 09.30 WITA.
Mereka tertimpa pohon perindang yang tumbang di Hakan Astina timur di simpang tiga Bukit Jati Kelurahan Samplangan Gianyar. Akibat kejadian itu suami, yakni Mustafid Amna (56) meninggal dunia. Sedangkan istrinya Muflichah (51) mengalami luka.
Kedua pasutri yang tinggal di Jalan Sengguan Gianyar awalnya mengendarai Kawasaki KLX nopol AB 3372 OH melintas di jalur Gianyar -Klungkung.
Tiba di lokasi kejadian, mendadak pohon perindang tumbang. Akibatnya, pasutri tertimpa pohon. Kemudian, saksi mata yang sempat mendengar suara gemuruh keluar untuk mengecek. Ternyata, korban sudah terlihat tertimpa.
Para saksi kemudian berusaha menolong dan menyetop mobil pikap untuk menggotong korban menuju RS Famili Husada.
Sayangnya, di rumah sakit, pihak medis menyatakan suaminya meninggal. Sedangkan istrinya mengalami luka di sekujur tubuh dan masih dirawat di rumah sakit.
Kapolsek Gianyar Kompol Gede Sudyatmaja membenarkan kejadian tersebut. "Mereka kena musibah," jelas dia.
Polisi telah melakukan olah TKP dan mencatat barang bukti. "Itu karena tumbang, pohon lapuk," tutup dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4528 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2341 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1989 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1604 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1047 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun