Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
KMP Agung Samudra 18 Kandas di Selat Bali, 42 Penumpang dan 16 ABK Dievakuasi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tim SAR gabungan telah mengevakuasi penumpang KMP Agung Samudra XVIII yang mengalami kecelakaan di Perairan Selat Bali pada hari Minggu (11/2/2024).
Kapal yang berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk membawa 42 penumpang dan 16 ABK (Anak Buah Kapal).
KMP Agung Samudra XVIII lepas sandar sekitar pukul 11.50 WITA, namun hanya dalam waktu sekitar satu jam kemudian, kapal terseret arus dan akhirnya kandas di sebelah utara Pelabuhan Gilimanuk.
"Peristiwa ini terjadi sekitar 1 mil dari Pelabuhan Gilimanuk ke arah barat, di sebelah utara," jelas Dewa Hendri, Koordinator Pos SAR Jembrana.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) menerima informasi pada pukul 13.55 WITA dari anggota Pos TNI AL Gilimanuk. Sebanyak 5 personel dari Pos SAR Jembrana segera bergerak menuju Gilimanuk dengan menggunakan perahu karet. Selain itu, proses evakuasi juga melibatkan 2 unit speed boat dan 2 unit RIB.
Pada pukul 16.45 WITA, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi semua penumpang dengan selamat. Sebanyak 38 orang dibawa ke Ruang Tunggu ASDP Gilimanuk, sementara 4 penumpang lainnya beserta ABK masih berada di dalam kapal.
"Kapal masih dalam keadaan terdampar dan akan menunggu air pasang, rencananya malam ini akan ditarik dengan bantuan tug boat," ungkapnya.
Proses evakuasi melibatkan berbagai pihak, termasuk unsur SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Pos SAR Jembrana), TNI AL Pos Gilimanuk, Polairud Polres Jembrana, Polsek Gilimanuk, KP3 Gilimanuk, Brimob Kompi C Gilimanuk, KSOP Gilimanuk, BPBD Kabupaten Jembrana, KPLP, dan Potensi SAR 115, serta agen kapal.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun