Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Caleg Demokrat dan Gerindra di Gianyar Meninggal, Bagaimana Suaranya?
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Dua calon legislatif (caleg) DPRD Gianyar meninggal dunia sebelum pencoblosan 14 Februari 2024. Namanya tetap tercantum dalam daftar pemilih dan suara yang diperoleh masuk menjadi suara parpol.
Adapun caleg yang meninggal dunia diantaranya; Ngakan Nyoman Geria, caleg Demokrat Dapil Kecamatan Tampaksiring dan Made Cakra caleg Gerindra Dapil Payangan.
Baca juga:
Prabowo Usul Piala Oscar Bagi Caleg Nyamar Jadi Nelayan Sebut Tak Perlu Makan Siang Gratis
Terkait kematian dua caleg itu dibenarkan oleh Ketua KPU Gianyar I Wayan Mura. "Untuk memperkuat keterangan kematian pihak partai sudah menyertakan akta kematian dari Dukcapil Gianyar," jelas dia.
Dikatakan bahwa KPU langsung menggelar rapat pleno. Selanjutnya menginformasikan kepada KPPS yang bertugas di TPS. "KPPS menginformasikan ke pemilih datang datang, bahwa caleg dimaksud telah tiada," jelas dia.
Apabila, masih ada yang mencoblos nama caleg itu, maka suaranya beralih ke suara partai yang bersangkutan.
Dikatakan, bahwa sementara ini, selama masa coblosan pada Rabu (14/2/2024), berjalan terbit dan kondusif. Aparat gabungan juga ikut menyukseskan pemilu supaya berjalan sesuai harapan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4478 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2289 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1840 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1579 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1025 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun