Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Inggris Bantu Pasok Senjata ke Ukraina Rp4,8 T Meski Resesi Ekonomi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Inggris mengumumkan bantuan baru untuk Ukraina senilai £245 juta atau sekitar Rp4,8 triliun, Sabtu (24/2), meski tengah dilanda resesi ekonomi.
Kementerian Pertahanan (MOD) Inggris menyatakan bantuan itu berupa paket pertahanan untuk meningkatkan produksi artileri yang diperlukan Ukraina.
"Ukraina sangat terkenal karena penggunaan artilerinya yang sangat efektif, yang terbukti penting bagi keberhasilan Ukraina di medan perang," demikian rilis MOD, dikutip AFP.
Lebih lanjut, mereka menyatakan strategi Ukraina dan senjata semacam itu bisa melemahkan pasukan Rusia dan mencegah mereka membuat terobosan signifikan.
Menteri Pertahanan Inggris Grant Shapps juga pamer pasukan Ukraina telah merebut kembali sebagian wilayah melalui beragam rintangan.
"Namun, mereka tak bisa memenangkan pertarungan ini tanpa dukungan komunitas internasional," ujar Shapps, dikutip AFP.
Dia lalu berkata, "Dan itulah sebabnya kami terus melakukan apa yang diperlukan untuk memastikan Ukraina bisa berjuang menuju kemenangan."
Di hari sebelumnya, Shapps mengonfrimasi pengiriman tambahan 200 rudal anti-tank Brimstone. Dengan demikian total peluru kendali yang dikerahkan ke Ukraina 1.300 unit.
Dia juga menegaskan Inggris akan ikut memimpin koalisi internasional untuk memasok ribuan drone ke Ukraina.
Bantuan terbaru itu muncul saat Inggris menghadapi resesi ekonomi. Pada pertengahan Februari, pertumbuhan ekonomi negara Eropa tersebut minus 0,3 persen pada kuartal IV-2023.
Di kuartal III-2023, Inggris juga mengalami kemerosotan ekonomi hingga 0,1 persen. Penurunan di dua kwartal secara berturut-turut itu membuat negara pimpinan Rishi Sunak resmi jatuh ke resesi.
Bantuan Inggris juga muncul saat invasi Rusia di Ukraina tepat dua tahun pada hari ini. Hingga kini tak ada angka pasti total kerugian kedua pihak selama perang.
Namun, pejabat Amerika Serikat memperkirakan sekitar 70.000 tentara Ukraina tewas dan 120.000 lainnya mengalami luka-luka.
Kerugian juga menyelimuti Rusia. Menurut situs perang Ukraina, jumlah pasukan Negeri Beruang Merah yang tewas mencapai 360.000 personel per Januari 2024.
Namun, pemerintah Rusia mengisi kekosongan posisi tentara dengan pasukan cadangan yang disebut diberi insentif.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5971 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2303 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan