Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 5 Mei 2026
Parasut Rusak, 5 Warga Gaza Tewas Tertimpa Paket Bantuan via Udara
BERITABALI.COM, DUNIA.
Lima warga Palestina tewas dan beberapa lainnya luka-luka, setelah parasut yang menerjunkan bantuan kemanusiaan Gaza lewat udara rusak dan menimpa warga di bawahnya.
Rusaknya parasut itu menyebabkan sebuah palet jatuh ke kerumunan orang yang menunggu makanan di utara kamp pengungsi Shati, Kota Gaza.
Kantor media pemerintah di Gaza mengonfirmasi jumlah korban insiden yang terjadi pada Jumat (8/3) kemarin.
Mereka mengecam bantuan kemanusiaan yang dikirim lewat udara itu "tidak berguna", hanyalah propaganda mencolok, dan bukan layanan kemanusiaan.
"Kami sebelumnya memperingatkan bahwa hal itu menimbulkan ancaman bagi kehidupan warga di Jalur Gaza dan inilah yang terjadi hari ini ketika paket-paket tersebut jatuh menimpa kepala warga," demikian pernyataan kantor media pemerintah Gaza, dilansir Al Jazeera.
Militer Amerika Serikat menolak bertanggung jawab atas insiden ini.
"Kami mengetahui laporan mengenai warga sipil yang terbunuh akibat bantuan kemanusiaan lewat udara. Kami menyampaikan simpati kepada keluarga yang meninggal. Bertentangan dengan beberapa laporan, itu bukan akibat bantuan udara dari AS," demikian pernyataan Komando Pusat AS.
Jurnalis Al Jazeera di Rafah, Hani Mahmoud, mengatakan masyarakat Palestina mengalami "tragedi" di utara Gaza.
"Mereka tidak hanya dihadapkan pada kekurangan makanan dan pasokan medis, namun saat mereka menunggu paket makanan, mereka juga jadi sasaran militer, kata Mahmoud.
Badan bantuan terbesar PBB di Gaza, UNRWA, mengatakan pihak berwenang Israel tidak mengizinkan pengiriman pasokan bantuan ke bagian utara Gaza sejak 23 Januari lalu.
Akibatnya sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Yordania, Uni Emirat Arab, dan Mesir, menggunakan jalur udara sebagai alternatif pengiriman bantuan ke wilayah Gaza.
Cara ini menuai kritik oleh lembaga bantuan karena dianggap sebagai cara yang mahal dan tidak efektif untuk menyalurkan makanan dan pasokan medis.
Pekan ini, Program Pangan Dunia (WFP) menegaskan metode kontroversial seperti itu harusnya menjadi opsi terakhir.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 425 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 367 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 355 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang