Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Viral Pemedek Sebut Harga Nasi Campur di Besakih Rp40 Ribu Seporsi Tanpa Minum
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beredar sebuah video pemedek yang datang ke Pura Agung Besakih mendadak viral hingga banyak dibagikan di media sosial karena menyoroti mahalnya harga makanan yang dijual oleh salah satu pedagang.
Dalam video tersebut, seorang pemedek mengatakan bahwa harga nasi campur yang dijual oleh salah satu pedagang di kawasan Pura Agung Besakih mencapai Rp40 ribu untuk satu porsinya. Bahkan, harga tersebut dikatakan belum termasuk minumannya.
"Semeton kalau ke Besakih banyak bawa bekal, nasi campur Rp40 ribu satu porsi tanpa minum," kata pemedek di video tersebut.
Hingga kini, unggahan tersebut sudah dibagikan sebanyak 998 kali dan mendapat lebih dari seribu komentar. Tanggapan yang masuk pun cukup beragam pada video tersebut, ada yang pro dan kontra. Bahkan ada juga yang menyarankan untuk membawa makanan langsung dari rumah serta menyarankan tempat berbelanja makanan murah di Besakih.
Terkait adanya keluhan pemedek tersebut, Kepala Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih, I Gusti Lanang Muliarta sejauh ini belum bisa dikonfirmasi pada Rabu (27/3/2024). Beberapa kali dihubungi via telepon hingga pesan whatsapp, namun sampai berita ini ditulis belum mendapat respons atau jawaban.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5535 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3481 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2330 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1168 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan