Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Tak Bisa Gelar Pemilu Imbas Perang, Masa Depan Zelensky Masih Misteri
beritabali.com/cnnindonesia.com/Tak Bisa Gelar Pemilu Imbas Perang, Masa Depan Zelensky Masih Misteri
BERITABALI.COM, DUNIA.
Masa depan kepemimpinan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berakhir Mei 2024 dan akan ditentukan lewat Pemilihan Umum (Pemilu) yang dijadwalkan pada Minggu (31/3). Namun, sampai saatnya tiba, pemungutan suara tak kunjung dilakukan.
Warga Ukraina ogah melakukan pemungutan suara karena kondisi perang yang masih berlangsung. Apalagi jutaan warga Moskow juga berada di pengungsian atau tinggal di luat negeri sehingga pemilu tak bisa dilaksanakan.
Beberapa anggota Partai Republik AS telah menjadikan berakhirnya masa jabatan Zelensky pada Mei nanti sebagai alasan bantuan militer harus ditahan. Mereka menanti masa transisi jika ada perubahan kepemimpinan.
Warga Ukraina harusnya memberikan hak suaranya hari ini, tapi tak dapat dilakukan pada masa perang. Alternatifnya adalah dengan menangguhkan darurat militer selama masa pemilu.
Sebagian warga Ukraina tidak masalah masa kepemimpinan Zelensky berlanjut sampai pemilu bisa dilaksanakan. Salah satunya, Mykola Lyapin, pelajar berusia 21 tahun yang mengatakan ia akan memilih Zelensky baik saat ini ataupun lima tahun lalu jika punya kesempatan.
Alasannya, karena kepemimpinan Zelensky membebaskan dirinya dan keluarga dari mantan Presiden Viktor Yanukovych yang disebut pro Putin.
"Rakyat kami bebas, dan kami membuktikannya pada 2014, ketika kami merasa tidak puas dengan Presiden Yanukovych. Sudah ada dalam gen kita untuk mempertahankan posisi kita. Namun, jika masyarakat benar-benar yakin Zelensky sudah terlalu lama memerintah negara, kami akan menyelesaikannya, meski perang sedang berlangsung," imbuhnya.
Kateryna Bilokon, seorang Psikolog berusia 42 tahun mengatakan sebagai pemilih Zelensky pada 2019 lalu dan ia mengaku senang dengan kepemimpinannya. Sehingga ia menolak pemilu diadakan di tengah kondisi negaranya.
"Ini akan menguras anggaran negara, akan lebih baik jika dana dialihkan untuk mempersenjatai militer kita. Tidak ada orang yang bisa menggantikan Zelensky saat ini," kata dia.
Jajak pendapat yang dilakukan juga menunjukkan hanya ada sedikit keinginan warga Ukraina untuk memilih. Hanya 15 persen responden yang mengatakan kepada Institut Sosiologi Internasional Kyiv bulan lalu bahwa negara tersebut harus mengadakan pemilu. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5521 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3480 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2323 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1140 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan