Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Puluhan Ribu Pemudik yang Balik ke Bali Masih Padati Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Puluhan ribu pemudik masih memadati Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali. Meskipun sudah lewat 7 hari pascalebaran, mobil dan sepeda motor masih padat, khususnya dalam arus balik ke Bali pada Minggu, (21/04/2024).
Arus balik pemudik yang telah menyelesaikan libur Lebaran masih terlihat tinggi, terutama mereka yang memilih kembali pada hari Minggu untuk menghindari kemacetan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Beberapa pemudik mengungkapkan jika mereka kembali dari kampung halaman setelah merayakan Idulfitri selama lebih dari 2 minggu.
Alasan utama mereka kembali lebih lama pascalebaran adalah untuk menghindari kemacetan di Pelabuhan Ketapang, sementara libur sekolah telah berakhir.
Menurut Mahmud, seorang pemudik asal Banyuwangi, dia kembali ke Bali karena anaknya sudah mulai sekolah. Umar Sidik, pemudik dari Jember, juga mengungkapkan tujuan mereka adalah menghindari kemacetan di Pelabuhan Ketapang.
"Di kampung halaman sudah 2 minggu. Terus balik Minggu siang supaya tidak kena macet di Pelabuhan Ketapang," ungkapnya.
Selama periode angkutan Lebaran tahun ini, jumlah penumpang yang telah menyeberang mencapai 1 juta lebih penumpang, dengan 300 ribu lebih unit kendaraan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4532 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2343 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1997 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1605 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1048 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun