Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Dua Remaja Terseret Arus Pantai Saba, Satu Tewas
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Petaka menimpa remaja asal Desa Bonyoh, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Saat mandi di Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh, pada Minggu sore (5/5/2024), mereka terseret arus.
Satu orang, Nyoman Hendra berhasil selamat. Dan dua kerabatnya hilang.
Senin pagi (6/5/2024), satu korban Made Marik (15) ditemukan tak bernyawa di pinggir pantai. Sedangkan satunya lagi, Kadek Aditya (15) masih dalam pencarian tim gabungan hingga siang ini.
Menurut sumber petugas di lapangan, awalnya tiga pengunjung ini terlibat main layangan. "Kemudian main bola dan mandi," ujar sumber di lapangan.
Ternyata arus deras menyeret ketiganya. Hanya satu yang berhasil selamat dari maut. Sedangkan korban meninggal ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar Gusti Ngurah Dibya Presasta menyatakan pencarian melibatkan Balawista, petugas dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, Polairud Polres Gianyar, SAR Brimobda Polda Bali, serta unsur TNI dari Babinsa.
"Personel yang terlibat pencarian sebanyak 45 orang," jelas dia.
Terkait korban yang baru saja ditemukan, langsung diantar ke rumah duka di Kintamani menggunakan sarana ambulance PMI Gianyar.
Selanjutnya, pencarian terhadap korban kedua yang masih hilang, dilakukan penelusuran menggunakan boat ke tengah laut dengan rute pencarian dimulai dari pantai Cucukan hingga Padanggalak.
Sementara itu, Kapolsek Blahbatuh Kompol I Made Berata, menyampaikan tim dibagi dua dan melakukan penyisiran wilayah barat dan timur.
"Satu korban telah ditemukan, satu korban lainnya masih dilakukan upaya pencarian oleh tim gabungan," tutup dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun