Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Jadwal Pembuangan Selang-seling, Picu Tumpukan Sampah Dimana-mana
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar memberlakukan aturan pengangkutan sampah sesuai jadwal menuju TPA Temesi Gianyar.
Apabila tidak sesuai jadwal, maka sampah dikembalikan oleh petugas yang jaga di TPA Temesi. Akibatnya, aturan itu memicu tumpukan sampah dimana-mana.
Tumpukan sampah itu menyebabkan bau menyengat dan tidak sedap. Apalagi lokasinya berada di pinggir jalan raya. Salah satu warga bahkan mengeluhkan dampak aturan angkut di pinggir jalan. Ada orang lain sengaja membuang sampah di depan rumahnya dan tidak sesuai jadwal.
Adapun aturan yang diterapkan DLH Gianyar, yakni khusus sampah organik diangkut Senin, Rabu dan Jumat. Selanjutnya sampah anorganik seperti botol Hinga kardus diangkut, Selasa dan Sabtu. Sedangkan sampah residu berupa popok hingga puntung rokok, diangkut Selasa dan Kamis.
Terkait tumpukan sampah itu dibenarkan oleh Kepala DLH Gianyar Ni Made Mirnawati. Pihaknya telah melakukan upaya penanganan.
Selanjutnya, DLH meminta semua pihak untuk sadar dengan aturan itu. "Kita juga minta Perbekel se-Gianyar untuk mulai turun mengedukasi warganya agar memilah dan mengeluarkan sampah mereka sesuai jadwal," ujarnya.
DLH siap membantu tenaga dan selebaran kepada desa dan lurah untuk sosialisasi. "Tenaga DLH dibantu oleh tim Satpol PP juga turun mengedukasi warga," tutup dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5507 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3476 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2316 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1129 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan