Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
Sandiaga Minta Pembangunan Hotel yang Keruk Tebing di Pecatu Dikaji Ulang
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pembangunan sebuah hotel yang mengeruk tebing batu kapur yang ada di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali menyita perhatian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.
Ia minta pihak terkait untuk menyetop sementara pembangunan hotel tersebut. Pihaknya sangat serius menangani peristiwa itu setelah mengetahui di pemberitaan.
Baca juga:
40 Persen Wisman Baru Bayar Pungutan, Sandiaga Minta Tujuannya Benar-benar Jadi Kesadaran
"Kita sangat serius, begitu ada berita pembangunan tersebut saya langsung memerintahkan jajaran untuk berkoordinasi, tapi juga bersama dengan Pemprov menghentikan pembangunannya untuk sementara," kata dia, saat konferensi pers di acara World Water Forum (WWF) di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Senin (20/5) sore.
Ia berkata pembangunan di tebing tersebut telah terpenuhi, namun untuk tata ruang harus dikaji lebih dulu apakah pembangunan itu tepat.
"Memastikan semua perizinannya telah terpenuhi, terutama dari aspek kelangsungan dan keberlanjutan, walaupun izin-izinnya sudah dipenuhi tetapi secara tata ruang tepat atau tidak, dikaji ulang," ujarnya.
"Jadi Satpol PP (Kabupaten Badung) sempat ke sana dan sudah kita lihat secara detail. Dan kedepannya, memang kita harus kerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk tata ruang agar pembangunan ini mengacu semuanya kepada keberlanjutan lingkungan," ujarnya.
Sebelumnya, viral di media sosial rekaman video memperlihatkan pengerukan tebing batu kapur di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Di video itu, tebing kapur di tepi pantai dikeruk oleh alat berat hingga terlihat seperti terjadi longsor.
Narasi pada video itu menyebut pengerukan untuk membangun hotel baru di kawasan tebing di Desa Pecatu. Belum diketahui, kegiatan pengerukan tebing tersebut terjadi sejak kapan. Namun video itu menjadi sorotan para netizen karena dianggap merusak lingkungan alam Bali.
"Apa-apaan ini Pak @sandiuno dan @jokowi?. Perusakan alam Bali sudah sampai pada batas yang tidak bisa ditolerir lagi!," tulis akun @Anamazingbali, dikutip Sabtu (18/5) malam.
Sandiaga mengaku sudah mendapat data-data awal terkait pembangunan itu. Data-data itu sedang diverifikasi. Tetapi dia menekankan bahwa pembangunan di Bali harus menekankan keberlanjutan lingkungan(enviromental sustainability). (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1240 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 964 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 795 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 723 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik