Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
PBB Pesimistis 2.000 Orang Tertimbun Longsor Papua Nugini Selamat
BERITABALI.COM, DUNIA.
Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap sulit untuk menentukan nasib dari 2000 orang korban tanah longsor yang terjadi di provinsi Enga, Papua Nugini, Jumat (24/5).
"Tanah longsor mengubur lebih dari 2000 orang hidup-hidup dan menyebabkan kerusakan besar pada bangunan, kebun pangan, dan menimbulkan dampak besar pada jalur perekonomian negara," ungkap pejabat dari pusat bencana nasional dalam sebuah surat kepada PBB, seperti dikutip dari Sky News.
PBB juga memperkirakan sebanyak 670 orang masih terjebak di bawah tanah sampai saat ini.
Kepala Organisasi Migrasi Internasional PBB, Serhan Atoprak masih terus berharap agar bisa menyelamatkan warga PNG yang masih terjebak di reruntuhan.
"Harapan untuk menyelamatkan orang-orang yang masih hidup dari reruntuhan kini telah berkurang," ungkap Aktoprak.
PBB pun terus berupaya untuk membantu otoritas pemerintah PNG dalam mengevakuasi warga yang masih terjebak.
Lembaga internasional itu juga disebut telah membantu mendirikan pusat-pusat evakuasi guna memudahkan pencarian korban, seperti tertulis dalam laporan resmi situs PBB untuk PNG.
Sejauh ini, ribuan korban masih tertimbun di reruntuhan tanah akibat longsor yang terjadi. Ratusan lainnya dilaporkan tewas imbas bencana tersebut.
Di tengah bencana itu, proses pencarian korban disebut-sebut mengalami kendala karena kondisi wilayah penuh bukit dan bebatuan.
Banyak pengamat yang mengatakan bahwa bencana alam ini disebabkan oleh kondisi iklim yang tak menentu hingga ulah campur tangan manusia.
Sejauh ini belum ada keterangan resmi soal penyebab pasti longsor yang melanda Provinsi Enga PNG. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun