Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
9 Petarung MMA Indonesia Akan Adu Jotos Lawan China di Art Center
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Warga Kota Denpasar akan disuguhkan olah raga Mixed Martial Art (MMA) pada 7-8 Juni 2024 mendatang di Taman Budaya Art Center, Kota Denpasar.
Sebanyak 9 orang petarung asal Indonesia akan adu jotos menantang petarung China pada laga tarung bebas One Pride MMA 79 King New Size Champion pada Sabtu 8 Juni 2024 mendatang.
“Ini merupakan wadah petarung mendapatkan pengalaman sehingga nantinya mampu bertarung di laga internasional,” jelas Ketua Umum Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI), Anindra Ardiansyah Bakrie, Kamis, (6/6/2024) di Denpasar.
Sementara, CEO One Pride Indonesia Fransino Tirta mengungkapkan sembilan petarung Indonesia terdiri dari, Mario Satya, Rio Tirto, Rama Supandhi, Deni Daffa, Gugun Gusman, Sukma Prawira, Ronald Mastrana, Firman Muharram, dan Windri Patilima merupakan petarung terbaik yang berlaga di empat kelas dalam laga tarung bebas MMA 79 itu.
"Akan ada empat kelas 61,2 kilogram, 56,6 kilogram, 70,3 kilogram dan berat 65,7 kilogram," cetusnya.
Dengan event ini, dirinya berharap petarung Indonesia dapat berlaga di kancah internasional khususnya Ultimate Fighting Championship (UFC).
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2939 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun