Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Pelatih Kamboja Frustrasi Keteteran Bola Mati Indonesia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pelatih Kamboja Phea Sopheaktra mengaku kewalahan menghadapi bola-bola mati Timnas Indonesia U-19 saat kalah 0-2 dalam laga kedua Piala AFF U-19 2024 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (20/7).
Baca juga:
Momen Timnas Indonesia Bantai Filipina 12-0
Kamboja belum juga merah kemenangan dalam dua pertandingan. Kali ini giliran Indonesia yang memberikan kekalahan kedua bagi Kamboja.
Indonesia menang berkat gol sundulan Kadek Arel pada menit ke-71. Kemudian Iqbal Gwijangge memperbesar keunggulan jadi 2-0 pada menit ke-86.
Kedua gol tersebut lahir lewat skema sepak pojok yang dilakukan Muhammad Kafiatur. Indonesia kesulitan mencetak gol lewat permainan terbuka.
Akan tetapi dengan skema set piece dari tendangan penjuru, dua gol didapat Garuda Nusantara guna meraih kemenangan kedua. Skema bola mati Indonesia itu juga diakui Phea Sopheaktra membuat kewalahan timnya.
"Kami bermain bagus dengan para pemain, namun untuk bola mati sangat sulit ditandingi, terutama bagi mereka yang kuat secara fisik," ujar Phea Sopheaktra.
"Ya untuk taktik bola mati kami juga mencoba melakukan banyak hal, tapi kami kalah berkali-kali. "Itu sebabnya kami kalah, tapi saya senang dengan para pemain saya," ucap Phea Sopheaktra menambahkan.
Kamboja membuat Timnas Indonesia bekerja keras dalam pertandingan itu. Beragam cara yang digunakan Dony Try Pamungkas dan kawan-kawan baik lewat bola-bola pendek maupun umpan silang tidak juga membuahkan hasil.
Sebaliknya, Kamboja yang bermain bertahan dengan memasang lima pemain belakang sesekali membuat Indonesia ketar-ketir dengan serangan balik.
"Kami mencoba menghadapi tim kuat ini, terutama mereka bermain seperti menggunakan sistem untuk menciptakan banyak peluang. Itu sebabnya kami mengubah sistem. Sebelumnya, kami bermain melawan Timor Leste 4-2-3-1, dan sekarang kami bermain 5-4-1 dan kami mencoba memblok umpan silang itu," tutur Sopheaktra. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5955 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan