Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pelatih Kamboja Frustrasi Keteteran Bola Mati Indonesia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pelatih Kamboja Phea Sopheaktra mengaku kewalahan menghadapi bola-bola mati Timnas Indonesia U-19 saat kalah 0-2 dalam laga kedua Piala AFF U-19 2024 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (20/7).
Baca juga:
Momen Timnas Indonesia Bantai Filipina 12-0
Kamboja belum juga merah kemenangan dalam dua pertandingan. Kali ini giliran Indonesia yang memberikan kekalahan kedua bagi Kamboja.
Indonesia menang berkat gol sundulan Kadek Arel pada menit ke-71. Kemudian Iqbal Gwijangge memperbesar keunggulan jadi 2-0 pada menit ke-86.
Kedua gol tersebut lahir lewat skema sepak pojok yang dilakukan Muhammad Kafiatur. Indonesia kesulitan mencetak gol lewat permainan terbuka.
Akan tetapi dengan skema set piece dari tendangan penjuru, dua gol didapat Garuda Nusantara guna meraih kemenangan kedua. Skema bola mati Indonesia itu juga diakui Phea Sopheaktra membuat kewalahan timnya.
"Kami bermain bagus dengan para pemain, namun untuk bola mati sangat sulit ditandingi, terutama bagi mereka yang kuat secara fisik," ujar Phea Sopheaktra.
"Ya untuk taktik bola mati kami juga mencoba melakukan banyak hal, tapi kami kalah berkali-kali. "Itu sebabnya kami kalah, tapi saya senang dengan para pemain saya," ucap Phea Sopheaktra menambahkan.
Kamboja membuat Timnas Indonesia bekerja keras dalam pertandingan itu. Beragam cara yang digunakan Dony Try Pamungkas dan kawan-kawan baik lewat bola-bola pendek maupun umpan silang tidak juga membuahkan hasil.
Sebaliknya, Kamboja yang bermain bertahan dengan memasang lima pemain belakang sesekali membuat Indonesia ketar-ketir dengan serangan balik.
"Kami mencoba menghadapi tim kuat ini, terutama mereka bermain seperti menggunakan sistem untuk menciptakan banyak peluang. Itu sebabnya kami mengubah sistem. Sebelumnya, kami bermain melawan Timor Leste 4-2-3-1, dan sekarang kami bermain 5-4-1 dan kami mencoba memblok umpan silang itu," tutur Sopheaktra. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2940 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun