Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 17 Agustus 2026
Koster Ancam Sanksi Putu Agus Suradnyana
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua DPD Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) Provinsi Bali, I Wayan Koster buka suara terkait sejumlah pernyataan yang dilontarkan oleh mantan Bupati Buleleng dua periode, Putu Agus Suradnyana (PAS) yang viral di sosial media belakangan ini.
Koster mengatakan, untuk interen PDIP sendiri sudah berproses untuk penjaringan nama-nama bakal calon Bupati, Wakil Bupati maupun calon Gubernur dan Wakil Guberur Bali. Nah nama Putu Agus Suradnyana tidak ikut berproses pada tahapan penjaringan tersebut.
"Soal keinginan untuk maju itu hak setiap orang, tapi Partai kan punya aturan AD/RT nya sendiri. Sejauh ini Agus tidak berproses untuk penjaringan," kata Koster menanggapi dengan santai saat hadir di Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Hanura Bali, Denpasar (24/7/2024).
Koster juga membenarkan bahwa saat ini, status Agus Suradnyana masih aktif sebagai kader PDIP dan juga menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Buleleng.
Terkait langkah Agus Suradnyana, Koster juga tampaknya tak ambil pusing. Ia menegaskan bahwa di PDIP punya aturan dan ADRT. Apabila dalam langkahnya ada yang menyimpang dari garis partai tentu akan ada sanksi yang harus diterima sesuai dengan aturan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4563 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2364 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2019 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1629 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1068 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun