Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Peternak Babi di Karangasem Sumringah, Jelang Galungan Harga Tembus Rp50 Ribu per Kg
bbn/dok beritabali/Peternak Babi di Karagasem Sumringah, Jelang Galungan Harga Tembus Rp50 Ribu per Kg.
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Menjelang hari Raya Galungan pada 25 September 2024 mendatang, harga jual ternak babi di Karangasem kini tembus Rp50 ribu per kilogramnya di tingkat peternak lokal.
Bahkan, harga ternak babi mendekati hari raya Galungan juga berpotensi terus mengalami lonajakan menyusul terbatasnya jumlah ternak babi yang siap panen setelah serangan virus ASF beberapa bulan yang lalu.
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah dihubungi Rabu (11/9/2024) mengatakan, ketersediaan ternak babi siap panen kemungkinan menjadi faktor melonjaknya harga babi di tingkat petani, mengingat beberapa bulan yang lalu tak sedikit ternak babi petani yang mati terserang virus.
Kondisi ini dinilai cukup menguntungkan bagi para petani lokal. Karena dengan harga jual yang bagus maka petani dapat menutupi biaya pemeliharaan ternak mereka terlebih petani yang mengalami kerugian akibat ternak yang terserang virus sebelumnya.
"Ya dengan harga yang bagus tentu sangat positif bagi petani, semoga bisa sama-sama dipahami oleh konsumen dan produsen. Jadi soal kenaikan harga kemungkinan karena ketersediaan ternak babi siap panen yang terbatas, karena bisa saja para petani ada yang baru mulai memelihara kembali serta ada juga yang ternak belum memasuki masa panen," kata Siki Ngurah.
Meski demikian, Siki Ngurah memastikan bahwa ketersediaan ternak babi di Karangasem menjelang hari raya Galungan masih aman untuk memenuhi kebutuhan pada saat hari raya dengan perkiraaan populasi Babi yang mencapai 50 ribu ekor.
Distan sendiri tetap mengimbau kepada masyarakat maupun tempat pemotongan hewan agar membeli babi peliharaan petani lokal. Pihaknya mengimbau masyarakat sebisa mungkin agar jangan mendatangkan babi dari luar Karangasem untuk meghindari penyebaran virus terlebih mejelang hari raya.
Meski dengan mendatangkan babi dari luar Karangasem, agar tetap menerapkan biosecuriti sehingga daging babi yang dihasillan berkualitas dan aman untuk dikonsumsi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5877 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2583 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2228 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan