Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Panen Cabai dan Sayur Hijau di Denpasar Terdampak Musim Penghujan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Memasuki musim penghujan, beberapa lahan pertanian di Kota Denpasar mengalami dampak terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil panen.
Kondisi lahan yang basah, lembab, atau tergenang air memberikan pengaruh negatif terhadap komoditas pertanian, terutama pada jenis tanaman yang rentan terhadap cuaca ekstrem.
Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, AA Bayu Brahmasta, menyampaikan, bahwa beberapa komoditas hortikultura sangat terpengaruh oleh kondisi lingkungan yang basah.
Hal ini menyebabkan munculnya berbagai hama dan penyakit yang menyerang tanaman, seperti yang terjadi pada cabai dan sayur hijau.
“Memang ada dampak yang signifikan karena komoditas-komoditas tersebut sangat rentan terhadap kondisi basah. Hal ini memicu munculnya hama dan penyakit, yang akhirnya memengaruhi pertumbuhannya,” ujar Bayu, Selasa, (5/11/2024) di Kota Denpasar.
Menurutnya, tanaman cabai dan sayur hijau merupakan dua komoditas yang paling terdampak oleh musim penghujan. Pada tanaman cabai, penurunan hasil panen diperkirakan mencapai 10-20% akibat serangan penyakit Antraknose.
Sementara itu, sayur hijau mengalami kesulitan dalam proses perkecambahan bibit yang terhambat oleh curah hujan yang tinggi.Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Pertanian telah melakukan berbagai upaya preventif.
“Kami telah mengadakan sekolah lapang budidaya terpadu cabai yang mengajarkan petani cara mengelola tanaman cabai selama musim penghujan. Selain itu, kami memberikan bantuan sarana produksi yang sesuai dengan kebutuhan musim ini, serta pendampingan dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan Pengamat Hama dan Penyakit Tanaman (POPT),” terang Bayu.
Guna mengurangi kerugian pada sayur hijau, Dinas Pertanian kota Denpasar juga mengimplementasikan teknologi Rain Shelter (sungkup hujan) guna melindungi bibit sayur agar tidak rusak akibat hujan.
Sejumlah subak di musim penghujan tahun ini banyak menanam cabai, di antaranya Subak Anggabaya, Umalayu, Umadesa, Yangbatu, Dalem, Sembung, dan Pakel I. Sementara itu, daerah yang banyak menanam sayur hijau meliputi Sembung, Margaya, dan Cuculan.
Ia berharap para petani dapat menerapkan teknik budidaya yang tepat sesuai dengan musim, dengan bimbingan dari PPL dan POPT, agar hasil panen tetap optimal meskipun menghadapi tantangan musim penghujan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 730 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 666 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 488 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 468 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik