Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 18 Juni 2026
Gunung Marapi Erupsi Lagi, Letusan Berlangsung 2 Menit
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Erupsi Gunung Marapi kembali terjadi pada Kamis (7/11) pukul 08.54 WIB. Letusan berlangsung 2 menit 13 detik dan menyemburkan abu vulkanik setinggi 800 meter dari atas puncak.
"Terjadi erupsi Gunung Marapi pada hari Kamis, 07 November 2024, pukul 08:54 WIB. Tinggi kolom letusan teramati 800 meter di atas puncak," tulis Kachfi Somantri, petugas PGA Marapi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dalam catatan yang diterima CNNIndonesia.com.
Ia menjelaskan, kolom abu teramati berwarna kelabu dan mengarah ke arah Timur dan Timur Laut.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah timur laut dan timur," katanya.
"Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," lanjut Kachfi.
PVMBG mengingatkan, aktivitas erupsi atau letusan dapat terjadi sewaktu-waktu sebagai bentuk pelepasan dari akumulasi energi, dan dapat terjadi semakin intensif dengan jangkauan lontaran material letusan yang semakin jauh
PVMBG meminta masyarakat yang tinggal di sekitar Marapi pada radius 4,5 Kilometer untuk menjauh.
Warga yang tinggal di aliran sungai juga diminta untuk waspada, karena ada ancaman lahar dingin saat hujan terjadi.
Gunung Marapi sendiri kini berstatus Siaga. PVMBG menaikkan status Gunung Marapi yang sebelumnya Waspada menjadi Siaga (Level III) sejak Rabu (6/11/2024) kemarin.
"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh maka PVMBG menaikkan status Marapi dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga)," kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid.
Menurut Wafid, secara visual akhir-akhir ini aktivitas Marapi cenderung mengalami peningkatan. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun