Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Militer Suriah Siap Rebut Kembali Aleppo dari Pemberontak
BERITABALI.COM, DUNIA.
Militer Suriah menyatakan pada Sabtu (30/11) bahwa puluhan tentaranya tewas dalam serangan besar oleh pasukan pemberontak yang menyerbu Kota Aleppo di barat laut. Serbuan itu memaksa militer Suriah kembali mengerahkan tentara dalam jumlah besar.
Situasi ini juga menjadi tantangan terbesar bagi Presiden Suriah Bashar al-Assad selama bertahun-tahun. Serangan mendadak ke Aleppo itu dipimpin oleh kelompok Islamis Hayat Tahrir al-Sham.
Serbuan tersebut mengguncang garis depan perang saudara Suriah yang sebagian besar telah membeku sejak tahun 2020. Serangan ini menghidupkan kembali pertempuran di sudut negara yang terpecah belah di dekat perbatasan Turki.
Militer Suriah mengatakan sedang mempersiapkan serangan balik untuk memulihkan otoritas negara. Pihak militer juga mengungkapkan pasukan pemberontak telah memasuki sebagian besar Aleppo, yang telah berada di bawah kendali penuh negara sejak pasukan pemerintah yang didukung oleh Rusia dan Iran, mengusir pemberontak delapan tahun lalu.
Gambar-gambar dari Aleppo menunjukkan sekelompok pejuang pemberontak berkumpul di Lapangan Saadallah al-Jabiri setelah memasuki kota itu semalam, papan reklame Assad tampak menjulang di belakang mereka.
"Saya putra Aleppo, dan mengungsi dari sana delapan tahun lalu, pada tahun 2016. Alhamdulillah kami baru saja kembali. Itu adalah perasaan yang tak terlukiskan," kata Ali Jumbaa, seorang pasukan pemberontak, seperti yang ditayangkan dalam rekaman televisi, melansir Irish Independent.
Aleppo direbut kembali oleh pasukan pemberontak anti-rezim. Beberapa warga sipil juga dilaporkan tewas dalam serangan udara. Pesawat tempur tak dikenal menyerang sebuah alun-alun di pusat kota Aleppo.
Seperti dilansir Anadolu, sejak Sabtu (30/11) pagi waktu setempat, pasukan pemberontak telah merebut lebih dari 50 desa di bagian timur dan tenggara Idlib, yang sebelumnya berada di bawah kendali rezim Assad, bersama dengan sebagian besar Aleppo. Pada Jumat (29/11), kelompok-kelompok itu telah memasuki pusat kota Aleppo dan mencapai distrik-distrik pusat pada malam hari.
Pada tanggal 27-28 November lalu, kelompok-kelompok anti-rezim dengan cepat maju dari pedesaan Aleppo barat menuju pusat kota, merebut banyak wilayah di pedesaan Idlib.
Komando militer Suriah mengatakan pasukan pemberontak telah menyerang dalam jumlah besar dan dari berbagai arah, yang mendorong militer Suriah untuk melakukan operasi penempatan kembali yang bertujuan untuk memperkuat garis pertahanan guna menahan serangan, menyelamatkan nyawa warga sipil dan tentara, dan bersiap untuk serangan balik.
Militer negara iru mengatakan pemboman telah menghentikan pemberontak dari membangun posisi tetap. Ia berjanji untuk mengusir pasukan pemberontak dan mengembalikan kendali negara atas seluruh kota dan daerah pedesaannya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5852 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2571 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2213 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan