Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Inflasi Bali April 2025 Tembus 2,30 Persen, Tarif Listrik Jadi Penyumbang Utama
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat laju inflasi di Pulau Dewata pada April 2025 mencapai 2,30 persen secara year-on-year (y-on-y).
Salah satu penyumbang terbesar inflasi kali ini berasal dari kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga.
Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menyebut tarif listrik menjadi komoditas dengan andil inflasi tertinggi di bulan ini.
"Inflasi pada April 2025 utamanya disumbangkan oleh kelompok Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga, dengan andil tertinggi disumbangkan oleh komoditas Tarif Listrik," ujarnya, Kamis (2/5/2025).
Selain tarif listrik, beberapa komoditas pangan juga menjadi penyumbang inflasi tahunan, khususnya dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau. Komoditas tersebut di antaranya cabai rawit, daging babi, bawang merah, minyak goreng, dan kopi bubuk.
Di sisi lain, komoditas seperti tomat, daging ayam ras, sawi hijau, dan telur ayam ras tercatat menjadi penyumbang deflasi y-on-y di Bali pada April 2025.
Secara wilayah, tingkat inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kota Denpasar sebesar 2,69 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,31. Sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Badung sebesar 1,80 persen dengan IHK sebesar 107,63.
Sedangkan secara bulanan (month-to-month/m-to-m), inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Tabanan sebesar 1,09 persen, dan inflasi terendah kembali terjadi di Kabupaten Badung sebesar 0,49 persen.
Agus Gede Hendrayana menambahkan, inflasi tahunan terjadi akibat kenaikan harga di sepuluh kelompok pengeluaran utama, seperti makanan, pakaian, kesehatan, transportasi, hingga perawatan pribadi.
"Inflasi tahunan (y-on-y) terjadi karena adanya kenaikan harga komoditas-komoditas amatan yang ditunjukkan oleh naiknya IHK pada sepuluh kelompok pengeluaran," jelasnya.
Baca juga:
Ramadhan Dimulai, Inflasi Mengintai
Sementara itu, hanya satu kelompok yang mengalami penurunan indeks harga, yakni kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan yang turun 0,84 persen.
Secara keseluruhan, tingkat inflasi bulanan (m-to-m) Provinsi Bali pada April 2025 tercatat sebesar 0,73 persen, dan inflasi year-to-date (y-to-d) mencapai 1,74 persen.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 738 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 671 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 491 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 472 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik