Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Pujawali di Pura Luhur Uluwatu, Pekelem Kini Digelar di Seawall
BERITABALI.COM, BADUNG.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian puncak Pujawali Ida Betara Pura Luhur Uluwatu yang digelar bertepatan Rahina Anggara Kasih Medangsia, Selasa (13/5).
Pujawali yang rutin digelar setiap enam bulan sekali ini turut dihadiri Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Sekda Badung IB. Surya Suamba, Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, dan sejumlah pejabat serta krama pemedek.
Ada yang berbeda pada pujawali kali ini. Prosesi mulang pekelem yang biasanya dilakukan dari area utama mandala Pura, kini digelar di area Seawall di bawah tebing Uluwatu. Perubahan lokasi ini dilakukan setelah rampungnya pengerjaan Seawall penguatan tebing Uluwatu.
Bupati Adi Arnawa mengungkapkan, dengan adanya Seawall ini, selain menjaga tebing Pura Luhur Uluwatu dan akses menuju Pura Batu Metandal, juga menjadi akses untuk prosesi pakelem agar upacara bisa berjalan khusuk.
"Mudah-mudahan Ida Betara selalu memberikan kekuatan, keselamatan, kesejahteraan sehingga kita bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan sesuai dengan swadarma kita masing-masing. Disamping itu kita juga berharap melalui pelaksanaan pujawali hari ini kita diberikan karunia dan anugerah nya mudah-mudah jagad bali khususnya Kabupaten Badung dan Denpasar akan selalu mendapat perlindunganNya,” harapnya.
Sementara itu, Penglingsir Puri Jro Kuta, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya (Turah Joko) menambahkan, pujawali ini rutin digelar setiap enam bulan sekali. Yang berbeda pada prosesi kali ini yakni upacara mulang pekelem digelar di area Seawall. Ke depan, pihaknya berharap bisa disiapkan tempat permanen untuk upacara pakelem, mengingat lokasi saat ini masih belum aman karena ombak yang besar.
Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta menyampaikan, untuk pujawali kali ini, pihaknya kembali menegaskan agar umat yang akan melakukan persembahyangan tidak membawa kantong plastik sebagai tempat sarana upacara. Hal ini disebutnya sebagai dukungan terhadap kebijakan pemerintah provinsi Bali tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.
"Untuk itu, pihaknya dari Desa Adat telah mempersiapkan besek sebagai pengganti kantong plastik," ungkapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Badung
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 942 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 776 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 595 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 554 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik