Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Truk Bermuatan Semen Masuk Jurang di Sulahan Bangli
BERITABALI.COM, BANGLI.
Sebuah truk bermuatan semen terperosok ke jurang di jalur Song Landak menuju Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Bangli, Senin (23/6/2025) malam sekitar pukul 20.30 Wita.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sopir dan dua penumpangnya hanya mengalami luka-luka dan telah mendapat perawatan di RSUD Bangli.
Kapolsek Susut, AKP I Nyoman Sucipta, saat dikonfirmasi Selasa (24/6/2025) menyebutkan, truk dengan nomor polisi DK 9562 PN dikemudikan oleh Amang Junaedi asal Malang, Jawa Timur. Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan mengalami hilang kendali di jalan menurun hingga akhirnya masuk ke jurang.
“Truk kemudian masuk jurang. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, sopir dan dua orang penumpang masing-masing, Wahyu Edi Purwanto (43) dan Maksun hanya mengalami luka-luka,” katanya.
Terkait penyebab kecelakaan, AKP Sucipta menduga sopir kurang memahami medan jalan di wilayah tersebut, terlebih situasi malam hari yang cukup gelap.
“Diduga sopir tidak menguasai medan, mungkin hanya mengandalkan google maps," pungkasnya.
Hingga kini, kendaraan masih dalam proses evakuasi. Jalur Song Landak menuju Banjar Lumbuan memang dikenal cukup ekstrem dengan turunan tajam dan minim penerangan. Warga dan pengguna jalan diimbau lebih waspada saat melintas di malam hari.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 343 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 275 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 218 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun