Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Megawati Hadiri Palebon Ibunda Wali Kota Denpasar Jaya Negara
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Presiden RI ke-5 yang juga selaku Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menghadiri palebon Ni Jero Samiarsa yang merupakan Ibunda Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Menteri PPPA RI Periode 2019-2024, I Gusti Ayu Bintang Darmawati pada Senin, (4/8).
Megawati hadir sekitar pukul 10.50 WITA didampingi putranya, Prananda Prabowo dan juga istri Prananda. Selain itu, hadir pula mantan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.
Megawati menggunakan kebaya putih selendang hitam dan bawahan endek gelap kehitaman. Sementara Prananda menggunakan udeng hitam, baju putih lengan panjang, kamben endek dan saput hitam.
Kedatangan mereka disambut tuan rumah I Gusti Ngurah Jaya Negara, I Gusti Ayu Bintang Darmawati dan I Gusti Ngurah Marhaendrajaya.
Selain itu, juga hadir Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, Bupati Tabanan, I Komang Sanjaya, Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, dan Wakil Bupati Badung, I Bagus Alit Sucipta.
I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih atas kehadiran Presiden RI ke-5 yang juga selaku Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan, doa dan ucapan duka cita dari Presiden RI ke-5 yang juga selaku Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, serta semua pihak serta masyarakat luas, semoga ibunda kami mendapatkan tempat terbaik, rahayu," ujar Jaya Negara.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun